Universitas Airlangga Official Website

Kolaborasi Radiologi UNAIR dan RS Malang, Lawan Kanker Nasofaring

Mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan (TRP) Universitas Airlangga (UNAIR) dengan rumah sakit di Malang
Mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan (TRP) Universitas Airlangga (UNAIR) dengan rumah sakit di Malang (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Upaya penanggulangan kanker di Indonesia terus diperkuat melalui sinergi berbagai pihak. Kali ini, sebuah kolaborasi inovatif terjalin antara mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan (TRP) Universitas Airlangga (UNAIR) dengan rumah sakit di Malang. Kerja sama ini berfokus pada pemanfaatan teknologi radioterapi canggih dalam melawan penyakit kanker nasofaring.

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penanganan pasien kanker sekaligus memberikan pengalaman praktis yang berharga bagi para calon radiografer. Mahasiswa TRP UNAIR mendapatkan kesempatan langka untuk terlibat secara langsung dalam proses pelayanan radioterapi. Mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, di bawah bimbingan para ahli medis di rumah sakit tersebut.

Radioterapi adalah salah satu modalitas utama dalam pengobatan kanker yang menggunakan radiasi energi tinggi untuk membunuh sel kanker dan mengecilkan tumor. Perkembangan teknologi telah menghasilkan perangkat radioterapi yang semakin canggih. Hal itu memungkinkan penargetan sel kanker yang lebih presisi dengan meminimalkan efek samping pada jaringan sehat di sekitarnya.

Dalam kolaborasi ini, mahasiswa TRP UNAIR akan menerapkan pada berbagai teknik radioterapi modern, seperti Three Dimensional Conformal Radiation Theraphy (3DCRT) dan Intensity-Modulated Radiation Therapy (IMRT). Teknologi ini memaksimalkan dosis radiasi pada kanker dan disesuaikan secara individual untuk setiap pasien yang menggunakan Linac canggih menghasilkan perawatan yang lebih efektif dan aman.

Rizky Umarully STrKes (Rad) Kepala Ruangan Radioterapi, menyambut baik kolaborasi ini. “Kami sangat antusias dengan kehadiran mahasiswa UNAIR. Ini adalah kesempatan emas untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kami dalam bidang radioterapi. Mereka akan belajar bagaimana mengoperasikan perangkat canggih, melakukan simulasi, dan membantu menyusun rencana perawatan radiasi yang optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Aisyah Widayani ST MT Dosen Pembimbing Mahasiswa Magang Program Studi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan UNAIR menekankan pentingnya pengalaman lapangan bagi mahasiswa. “Kurikulum kami dirancang untuk menghasilkan radiografer yang kompeten dan siap kerja. Dengan adanya kolaborasi ini, mahasiswa kami tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguasai aplikasi praktis dari teknologi radioterapi. Ini adalah bekal yang sangat berharga bagi masa depan mereka,” jelas Aisyah.

Dinda Nuraini Fadilah, Ketua Kelompok Mahasiswa TRP UNAIR yang terlibat dalam magang ini, mengungkapkan antusiasmenya. “Pengalaman magang di rumah sakit Malang ini benar-benar menyenangkan dan sangat bermanfaat. Kami tidak hanya belajar banyak tentang teori dan praktik radioterapi dan teknologi canggihnya. Tetapi juga merasakan langsung bagaimana tim medis bekerja sama untuk membantu pasien melawan kanker nasofaring. Suasana di sini sangat mendukung pembelajaran kami,” ujar Dinda.

Kolaborasi antara akademisi dan fasilitas kesehatan seperti ini diharapkan dapat menjadi model bagi institusi lain dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas di bidang kesehatan, khususnya dalam penanganan kanker. Dengan pemanfaatan teknologi radioterapi yang optimal dan dukungan dari tenaga medis yang terlatih, harapannya angka kesembuhan pasien kanker di Indonesia dapat terus meningkat. “Kami berharap kolaborasi ini akan terus berlanjut dan berkembang. Bersama-sama, kita bisa memberikan harapan baru bagi para penderita kanker di Indonesia,” tutup Rizky Umarully.

Penulis: Mahasiswa TRP UNAIR

Editor: Yulia Rohmawati