Universitas Airlangga Official Website

Monitoring Kolesterol Darah : Deteksi Dini Timbulnya Penyakit

Kolesterol dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi penting, seperti membangun sel, menjalankan fungsi syaraf otak, memproduksi hormon (seperti estrogen dan testosteron), dan menghasilkan vitamin D. Kolesterol tidak larut dalam air, sehingga tidak mengalir dengan sendirinya melalui darah, melainkan dibantu oleh protein.  Gabungan kolesterol dengan protein disebut dengan lipoprotein.

Lipoprotein dibagi menjadi dua jenis, yaitu lipoprotein dengan kepadatan rendah (low-density lipoprotei/LDL) atau disebut juga kolesterol jahat, dan lipoprotein dengan kepadatan tinggi (high-density lipoprotein /HDL) yang dikenal dengan kolesterol baik. LDL berfungsi membawa kolesterol ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri. Apabila kadarnya terlalu tinggi, LDL akan menumpuk di dinding pembuluh arteri. HDL berfungsi mengembalikan kolesterol berlebih ke hati, untuk dikeluarkan dari tubuh. Satu lagi jenis kolesterol yaitu trigliserida, yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi tubuh.

Trigliserida terbentuk ketika tubuh mengubah sisa kalori yang tidak terpakai oleh tubuh. Jika tubuh terus mendapat asupan kalori secara berlebihan dibandingkan dengan pemakaiannya, kadar trigliserida akan naik.

Kadar kolesterol (total) normal di dalam tubuh adalah <200 mg/dL, kadar kolesterol berisiko sedang adalah 200–240 mg/dL, dan berisiko tinggi adalah ≥240 mg/dL. Meningkatnya kadar kolesterol dalam darah disebabkan oleh produksinya yang berlebihan di dalam hati, pola makan yang salah, kurang olah raga, merokok, dan stress. Kolesterol tinggi juga dapat disebabkan oleh perubahan atau mutasi sejumlah gen yang diturunkan dari kedua orang tua.

Mutasi gen ini membuat tubuh tidak bisa membuang kolesterol dari dalam darah. Namun, kolesterol tinggi akibat kondisi ini lebih jarang terjadi bila dibandingkan dengan faktor-faktor lainnya. Selain beberapa faktor di atas, seseorang yang berusia 40 tahun ke atas juga lebih berisiko menderita kolesterol tinggi, karena seiring bertambahnya usia, hati menjadi kurang mampu membuang kolesterol jenis LDL.

Penumpukan kolesterol dalam tubuh dapat meningkatkan resiko arterosklerosis, diabetes melitus, gangguan tiroid, pankreatitis, penyakit jantung koroner, penyakit hati, dan penyakit ginjal. Beberapa gejala yang muncul akibat tingginya kolesterol dalam tubuh diantaranya nyeri dada, mudah lelah, nyeri otot kaki, dan sesak napas.

Kolesterol tinggi juga sering tidak memiliki gejala yang jelas, sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara rutin, terutama bagi orang dengan riwayat keluarga berpenyakit jantung atau penyakit yang terkait kardiovaskular lainnya.

Dikutip dari American Heart Association, orang dewasa berusia 20 tahun ke atas harus memeriksakan kolesterol dan faktor risiko lainnya setiap 4-6 tahun, selama risikonya tetap rendah. Setelah usia 40 tahun, wajib melakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara rutin agar terhindar dari terkena serangan jantung atau stroke.

Untuk kebutuhan pengecekan harian, telah dikembangkan aplikasi yang bisa membantu mengontrol asupan makanan agar terhindar dari kondisi tubuh dengan koleterol tinggi melalui handphone (HP). Aplikasi cek kolesterol gratis melalui HP ini dapat membantu memantau kadar kolesterol secara mudah dan praktis, diantaranya adalah aplikasi myFitnessPal, cholesterol tracking, cholesterol calculator, dan cholesterol table.

Aplikasi myFitnessPal membantu melacak asupan makanan dan kalori, serta dapat digunakan untuk memantau kadar kolesterol dalam makanan yang dikonsumsi. Dengan fitur pencarian database makanan yang luas, dapat dengan mudah melihat berapa banyak kolesterol yang terkandung dalam makanan sehari-hari. Aplikasi Cholesterol Tracker berguna untuk mencatat dan melacak kadar kolesterol dari waktu ke waktu. Pengguna dapat memasukkan hasil tes darah, selanjutnya aplikasi ini akan membantu memantau perubahan kadar kolesterol. Aplikasi ini juga menyediakan grafik dan laporan untuk memudahkan analisis.

Cholesterol Calculator adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk merekam data kolesterol harian, sehingga sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki kadar kolesterol tinggi atau ingin mengontrol kolesterol agar tetap normal. Aplikasi Cholesterol Table: Diet Aid membantu melihat berbagai makanan dengan kadar kolesterol yang terkandung di dalamnya. Dengan aplikasi ini, seseorang dapat mengetahui makanan mana yang sebaiknya dikonsumsi atau dihindari dalam jangka waktu tertentu agar kadar kolesterol tubuh tetap aman.

Cara lain untuk melakukan cek kadar kolesterol secara mandiri di rumah yaitu dengan metode kualitatif dipstick menggunakan satu paket peralatan yang dapat dibeli di apotek atau toko alat kesehatan. Peralatan tersebut meliputi alat ukur kolesterol, jarum sekali pakai yang digunakan untuk mengeluarkan darah (lancet), strip untuk melakukan pengetesan, dan alcohol swab untuk membersihkan luka bekas suntikan.

Pemeriksaan kolesterol melalui aplikasi HP dan dipstick tidak menggantikan pemeriksaan kolesterol darah di laboratorium. Pemeriksaan kolesterol darah di laboratorium yang juga dikenal sebagai profil lipid atau panel lipid adalah cara yang paling akurat untuk mengetahui kadar kolesterol tubuh. Tes ini mengukur kadar kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida dalam darah. Tes ini biasanya membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena atau jari, dan mungkin memerlukan puasa sebelumnya.

Deteksi kadar kolesterol di bidang medis umumnya dilakukan menggunakan metode spektrofotometri-enzimatik. Metode lain yang telah dikembangkan untuk deteksi kolesterol darah adalah kromatografi dan elektrometri. Metode potensiometri dan voltammetri dengan elektroda berbasis karbon termodifikasi imprinted zeolit X telah diaplikasikan untuk deteksi kolesterol secara akurat tanpa diganggu senyawa lain yang berada di dalam sampel serum darah.

Kedua metode mampu mendeteksi konsentrasi kolesterol hingga 2500 kali lebih kecil dibanding kadar normalnya di dalam darah. Akibat kemampuan deteksi hingga konsentrasi kecil ini memungkinkan dilakukannya deteksi dini untuk mencegah timbulnya beberapa penyakit yang diakibatkan oleh tingginya kadar kolesterol tubuh.

Penulis : Prof. Dr. Miratul Khasanah, Dra., M.Si.

Jurnal dapat diakses pada https://jurnal.ugm.ac.id/ijc/article/view/99700