Penerapan antropologi forensik dalam proses hukum digunakan melalui identifikasi sisa-sisa rangka manusia yang sulit diidentifikasi. Hal inilah yang menyebabkan antropologi forensik digunakan dalam hal-hal yang berkaitan dengan hukum atau kemanusiaan. Kemudian, antropologi forensik menerapkan teknik-teknik ilmiah yang baku untuk mengidentifikasi atau memecahkan suatu tindak pidana. Antropologi forensik berusaha mengungkap profil biologis atau identitas seseorang yang tidak beridentitas. Antropolog forensik harus memperkirakan jenis kelamin, usia, asal populasi, tinggi badan, dan ciri-ciri atau anomali individu lainnya yang mungkin menunjukkan adanya trauma atau patologi.
Perkiraan tinggi badan adalah penting untuk mengkategorikan seseorang sebagai orang yang relatif pendek, sedang, atau tinggi dalam demografi tertentu. Tulang panjang, biasanya tulang paha dan tulang kering, terbukti paling akurat dalam memperkirakan tinggi badan seseorang. Dalam banyak kasus antropologi forensik, rumus estimasi tinggi badan berdasarkan bagian tubuh lain sangat dibutuhkan.
Demikian pula, penting untuk membuat rumus berdasar spesifik populasi, karena di permukaan bumi ini, proporsi tubuh manusia bervariasi jika diamati berdasar asal populasinya. Sebagai contoh, seseorang yang berasal dari Papua cenderung mempunyai tungkai bawah yang panjang relatif terhadap panjang badannya; dibanding populasi lain, sehingga rumus tinggi badan dari tulang panjang pasti berbeda dari populasi yang panjang tungkainya relatif pendek. Oleh karena itu penting untuk mengembangkan rumus estimasi tinggi badan berdasar asal populasi.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi prediktabilitas tinggi badan menggunakan metakarpal dan metakarpal sebagai prediktor, dan kemudian memberikan rumus regresi untuk memperkirakan tinggi badan berdasarkan panjang tulang metakarpal dan metatarsal populasi Thailand. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang sifat estimasi tinggi badan, dan berkontribusi untuk menyediakan rumus jika memungkinkan, ketika tidak ada tulang panjang lain yang ditemukan di suatu lokasi. Dengan mengembangkan rumus estimasi tinggi badan spesifik populasi, tinggi badan sisa kerangka tersegmentasi keturunan Thailand dapat diperkirakan lebih akurat. Hasil penelitian ini dapat berkontribusi untuk digunakan di populasi keturunan asal Asia yang mempunyai proporsi tubuh serupa.
HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa meskipun hampir semua kelompok sampel memberi hasil yang cukup menjanjikan, panjang tulang metakarpal paling cocok untuk memperkirakan tinggi badan perempuan berusia 22–59 tahun. Sementara itu, rumus metatarsal secara umum lebih akurat dalam memprediksi tinggi badan untuk populasi Thailand, daripada metakarpal. Kelompok sampel pria dan wanita yang lebih muda menunjukkan hasil yang lebih akurat dibandingkan dengan pria dan wanita secara keseluruhan (digabungkan dengan kelompok usia lanjut). Seperti variabel metakarpal, wanita yang lebih muda mempunyai estimasi yang paling akurat.
Rumus yang dihasilkan dari analisis regresi linier berganda ini melibatkan dua variabel (metakarpal dan metatarsal). Rumus-rumus ini memiliki nilai r yang lebih tinggi dan nilai SEE yang lebih rendah dibandingkan dengan rumus-rumus lain yang diperoleh dari analisis regresi linier tunggal. Dengan kata lain, rumus-rumus regresi berganda memiliki daya prediksi yang lebih baik. Lalu, laki-laki dan perempuan yang lebih muda menunjukkan hasil yang lebih akurat daripada laki-laki dan perempuan secara keseluruhan.
Rumus metatarsal secara umum lebih akurat dalam memprediksi tinggi badan untuk populasi ini daripada metakarpal. Kelompok sampel pria dan wanita yang lebih muda menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan pria dan wanita secara keseluruhan. Seperti variabel metakarpal, wanita yang usia lebih muda mempunyai estimasi lebih akurat.
Telah dihasilkan rumus dari analisis regresi linier berganda yang melibatkan dua variabel (metakarpal dan metatarsal). Rumus-rumus regresi berganda memiliki daya prediksi yang lebih baik. Namun, pola terkait usia perlu diperhatikan, di mana pria dan wanita yang lebih muda menunjukkan hasil yang lebih akurat daripada pria dan wanita secara keseluruhan (menggabungkan yang muda dan yang tua).
Dua dari rumus yang dihasilkan, menggunakan ukuran-ukuran metatarsal (MT) dan metakarpal (MK) adalah sebagai berikut: Tinggi badan laki-laki = 60.2789–1.203 (MK) + 16.235 (MT), dan Tinggi badan perempuan = 83.2835–4.297 (MK) + 15.029 (MT). Jika hanya menggunakan ukuran metatarsal, rumus-rumusnya adalah sebagai berikut: Tinggi badan laki-laki = 56.7011 + 15.608 (MT), dan Tinggi badan perempuan = 78.8998 + 11.672 (MT)
Simpulan
Penelitian ini menemukan korelasi positif yang signifikan antara tinggi badan dan panjang tulang metakarpal serta metatarsal, yang mengkonfirmasi gagasan sebelumnya bahwa panjang metakarpal dan metatarsal merupakan prediktor signifikan tinggi badan di berbagai populasi. Berdasarkan hal tersebut, beberapa rumus tinggi badan dapat dihasilkan dari ukuran metakarpal dan metatarsal.
Penulis: Rosida Clivara S. Anjani, Sayf M. Alaydrus, Myrtati D. Artaria, Ahmad Yudianto, Pasuk Mahakkanukrauh & Apichat Sinthubua





