Dalam upaya pencarian bahan obat baru asal tanaman baik untuk hewan maupun untuk manusia, maka harapan manusia untuk mendapatkan hasil terbaik tidak akan pernah sirna. Upaya tersebut selalu muncul seiring dengan tumbuh dan berkembangnya budaya serta gaya hidup umat manusia. Salahatu pencarian tersebut adalah metabolit sekunder asal tanaman benalu duku (BD) atau dikenal dalam bahasa latin Dendrophthoe pentandra L. Miq. Tanaman tersebut merupakan tanaman parasit yang hidup di tanaman induk semang yaitu pohon duku. Tanaman BD tersebut ternyata memiliki khasiat utama di bagian daun dan merupakan bagian dari senyawa flavonol yang terkandung di dalam flavonoid daun dan dikenal dengan nama senyawa mirip kuersetin (SMK). SMK tersebut diketahui memiliki manfaat yaitu sebgai antivirus, penurun glukose darah di tubuh, bersifat androgenik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa SMK memiliki khasiat sebagai perangsang pemercepat pertumbuhan sel epitel kulit menggantikan sel epitel kulit terdahulu yang telah mati atau belum bertumbuh. Manfaat tersebut telah dibuktikan hasil dari penelitian mendalam menggunakan hewan percobaan jenis kelinci jantan dewasa galur Rex warna bulu putih dan memiliki ciri yaitu bulu sangat halus. Dalam penelitian secara laboratorik menunjukkan bahwa SMK yang dikemas dalam sediaan jeli, mampu mempercepat pertumbuhan kulit luar kelinci dimana kulit luar tersebut secara sengaja di buat menjadi erupsi. Manfaat tersebut sangat menguntungkan untuk pengobatan seperti kasus luka bakar dimana membutuhkan percepatan pertumbuhan kulit luar agar mampu menutupi bagian bawah lapisan kulit luar. Manfaat tersebut juga amat dirasakan manakala terdapat kasus klinik terkait persoalan penyakit kulit dan kosmetik. Sediaan SMK dapat dibuat dengan kadar optimum 20% (bobot/volum) untuk dijadikan sediaan lain selain jeli keperluan pengobatan untuk mempercepat pertumbuhan epitel kulit. Percepatan pertumbuhan epitel kulit diperkirakan akibat rangsangan gen yang dikontrol oleh untaian asam deoksiribonukleat pada inti sel kulit sehingga memunculkan protein Secreted Frizzled-Related Protein-2 (SFRP2). Protein SFRP2 belum banyak diketahui namun diperkirakan menginduksi protein pengkontrol pertumbuhan epitel kulit yaitu Wingless and Int-1 (Wnt). Protein Wnt inilah yang berperan aktif merangsang struktur gen untaian asam deoksiribonukleat sehingga memunculkan protein b-catenin. Siklus kerja rangsangan tersebut hingga saat ini masih belum terkuak namun telah di identifikasi sebagai siklus lingkaran Wnt/b catenin bermanfaat terhadap pertumbuhan sel epitel kulit.
Manfaat SMK dari ekstrak etanol daun BD, tersebut secara tak langsung dapat digunakan pengobatan untuk kasus-kasus seputar penyakit kulit seperti transplantasi kulit baru akibat luka bakar atau rekontruksi kulit tubuh. Sebagai contoh sederhana adalah luka lecet pada ambing sapi akibat epitel kulit erupsi oleh mulut anak sapi saat menyusu. Rekontruksi puting susu induk dapat dirangsang dengan mengoleskan jeli mengandung maksimum 20% (bobot/volum) SMK. Kerja tersebut sangat mirip dengan senyawa emulsi benzil benzoate (EBB). EBB tersebut dapat mempercepat pertumbuhan proliferasi epitel yang mengalami erupsi fisik. Namun sayang amat senyawa EBB beresiko dapat mencemari produk susu yang keluar dari puting susu induk. Dengan demikian alternatif penggantian EBB dengan SMK, adalah solusi terbaik sebab akan meminimisasi residu remedium cardinale obat hewan pada susu induk sapi. Minimisasi dapat terjadi akibat SMK berasal dari produk tanaman yang memiliki sifat organik dan mudah terurai. Prinsip tersebut sangat mendukung gerakan keamanan pangan untuk konsumsi manusia seperti yang tercantum pada butir-butir Sustainable Development Goals (SDGs) terutama butir Health and wellbeing.
Penulis: Mochamad Lazuardi





