Universitas Airlangga Official Website

Mengungkap Dampak CEO Internal terhadap Biaya Utang Perusahaan

Ilustrasu CEO (Foto: SWA)

Dalam lanskap bisnis yang terus berubah, penunjukan CEO merupakan keputusan strategis yang dapat memengaruhi arah kebijakan keuangan perusahaan, termasuk biaya utang (cost of debt/COD). Salah satu aspek yang semakin mendapat perhatian adalah asal-usul CEO, apakah berasal dari internal perusahaan (insider CEO) atau dari luar organisasi (outsider CEO). CEO dari internal dinilai memiliki pemahaman mendalam tentang budaya, operasi, dan struktur organisasi, yang secara teori bisa menjadi nilai tambah. Namun, hubungan dekat ini juga dapat menimbulkan konflik kepentingan dan persepsi kurangnya independensi dalam pengambilan keputusan.

Literatur sebelumnya menunjukkan bahwa insider CEOs dapat menghadirkan risiko tata kelola yang dipersepsikan negatif oleh kreditor, sehingga mendorong mereka menetapkan suku bunga pinjaman yang lebih tinggi. Di sisi lain, penelitian mengenai hubungan antara insider CEO dan COD, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, masih sangat terbatas. Faktor institusional di Indonesia, seperti dominasi perusahaan keluarga (sekitar 95% dari bisnis lokal) dan budaya organisasi yang mengutamakan senioritas serta loyalitas, memperkuat kecenderungan penunjukan insider CEOs. Namun, tingkat COD di Indonesia dilaporkan lebih tinggi dibandingkan negara-negara seperti Tiongkok dan Norwegia, yang juga memiliki banyak perusahaan keluarga. Hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah keberadaan insider CEOs ikut berkontribusi terhadap tingginya biaya utang di Indonesia?

Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara penunjukan insider CEOs dan biaya utang perusahaan menggunakan data dari perusahaan publik non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2012–2020 yang menghasilkan sampel akhir sebanyak 2.096 observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi ordinary least squares (OLS) untuk menguji hubungan antara insider CEO dan biaya utang (cost of debt/COD). Selain itu, penelitian ini juga memperkuat analisis dengan menggunakan coarsened exact matching dan lagged regression analysis sebagai uji tambahan. Variabel utama yang dianalisis adalah status insider CEO dan besaran biaya utang, dengan mempertimbangkan berbagai variabel kontrol terkait karakteristik perusahaan dan dewan direksi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara insider CEO dan biaya utang (cost of debt/COD) perusahaan. Artinya, perusahaan yang dipimpin oleh insider CEO cenderung menghadapi biaya utang yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan dengan outsider CEO. Temuan ini konsisten pada berbagai model analisis, termasuk regresi OLS, coarsened exact matching, dan lagged regression analysis. Peningkatan biaya utang ini terjadi karena pemberi pinjaman (lenders) menilai insider CEO memiliki potensi konflik kepentingan dan independensi yang lebih rendah, sehingga meningkatkan persepsi risiko tata kelola perusahaan. Lenders kemudian mengompensasi risiko tersebut dengan mengenakan bunga pinjaman yang lebih tinggi. Efek ini semakin kuat pada perusahaan yang bergerak di sektor teknologi tinggi, perusahaan dengan pertumbuhan rendah, serta perusahaan berukuran besar.

Penulis : Iman Harymawan, Mohammad Nasih, Yani Permatasari, Adib Minanurohman, Grantley Taylor

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://www.emerald.com/insight/content/doi/10.1108/arj-06-2024-0233/full/pdf