UNAIR NEWS – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) bersiap menyambut mahasiswa baru 2025 melalui kegiatan orientasi kampus bertajuk Bradanaya 2025. Mengusung metanarasi Memayu Hayuning Bawono, kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari mulai Rabu (6/8/2025) hingga Jumat (8/8/2025).
Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia sekaligus Ketua Pelaksana Bradanaya 2025, Muhamad Bima Fadholallah mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wahana bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik berbasis nilai moral dan budaya. Meski begitu, secara keseluruhan Bradanaya tidak akan terlalu berubah jauh dari pakemnya tiap tahun.
“Sebenarnya Memayu Hayuning Bawono di sini bermakna mewujudkan dunia yang aman dan sejahtera. Terhindar dari krisis moralitas dan kekerasan seksual. Jadi pengenalan dunia FIB pada tahun ini itu juga mendidik para mahasiswa baru. Agar ke depannya ketika menempuh perjalanan pembelajaran itu tidak hanya menjadi mahasiswa yang cuma berilmu. Tapi juga beradab yang baik,” ungkapnya.
Inovasi Kegiatan
Tidak jauh dari pakem bukan berarti tanpa inovasi. Bima menyebutkan Bradanaya akan menghadirkan dua kegiatan unggulan baru pada tahun ini. Salah satunya adalah Bincang Asa yang menghadirkan dosen FIB untuk berdiskusi secara langsung mengenai moralitas dan peran budaya sebagai pedoman.

“Nanti akan ada yang namanya MVP Talks di mana itu pada setiap ruang di Fakultas Ilmu Budaya itu akan diisi oleh beberapa mahasiswa-mahasiswa berprestasi dan juga aktif dalam mengikuti perlombaan. Tahun kemarin nggak ada, jadi tahun ini kita adakan lagi,” jelasnya.
Menurutnya, dari berbagai kegiatan yang terselenggara selama Bradanaya, nilai kedisiplinan, adab, dan pemahaman budaya tetap menjadi fokus utama. “Jadi, meskipun pada nilai moralitas ini, kebudayaan itu juga punya peran. Jadi, bagaimana cara pemaknaan ilmu budaya ini menjadi lebih luas lagi, tidak hanya terpaku pada pemaknaan yang sudah sering kita dengar,” tambahnya.
Narasi Akademik
Demi mewujudkan kegiatan orientasi mahasiswa yang nyaman dan jauh dari stigma negatif, Bima menerangkan bahwa ada narasi akademik yang dihadirkan dalam setiap kegiatan. “Jadi tidak semata-mata hal ini menjerumuskan pada perpeloncoan ataupun hal-hal yang negatif,” terangnya.
Ia berharap Bradanaya tahun ini menjadi wahana bahagia bagi para mahasiswa baru dalam mengenal tempat studinya dan sebagai gerbang pertama menuju dunia perkuliahan. “Maka dari itu saya harap mahasiswa baru ini bisa jadi manusia berpendidikan dan juga berakhlak mulia,” pungkasnya.
Penulis: Mohammad Adif Albarado
Editor: Yulia Rohmawati





