Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa BBK Internasional UNAIR Belajar Bersama Masyarakat Lokal di Malaysia

Rizal Dwi Prasetyo saat mengikuti program BBK Internasional (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengadakan program Belajar Bersama Komunitas (BBK) Internasional. Kali ini, program itu berlangsung di Universitas Malaysia Terengganu (UMT) pada Sabtu (26/7/2025) hingga Sabtu (9/8/2025). Sebanyak 34 mahasiswa lintas fakultas berpartisipasi aktif dalam program tersebut.

Program UNAIR itu melibatkan masyarakat lokal. Tujuan dari program itu adalah untuk memperkuat kolaborasi internasional sekaligus mewujudkan poin Sustainable Development Goals (SDGs). 

Selama dua Minggu, mahasiswa UNAIR mengikuti sebanyak 25 aktivitas dalam program UNAIR itu. Aktivitas tersebut di antaranya adalah University Social Responsibility (USR) di Jungle School Sungai Berua, workshop jamu dan minyak telon melalui program LENTERA, hingga konservasi lingkungan melalui penanaman pohon gelam di Pantai Teluk Bidara. Selain itu, mahasiswa UNAIR juga mengenalkan literasi emosi pada anak-anak lokal agar mereka lebih percaya diri melalui kegiatan Control Your Emotion di Jungle School.

Salah satu mahasiswa UNAIR yang mengikuti program itu, Rizal Dwi Prasetyo turut bertanggung jawab dalam program kerja berupa workshop yang berjudul “SCRATCH the Surface: Discover Your Inner Coder”. Harapan diadakannya workshop itu adalah agar dapat memperkenalkan keterampilan dasar pemrograman sebagai bekal literasi digital.

Pelajaran Berharga untuk Masa Depan

Program BBK Internasional itu tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik dan memberikan kontribusi nyata ke masyarakat, tetapi juga melatih keterampilan sosial dan kepemimpinan mahasiswa. Mahasiswa memperoleh pengalaman lintas budaya, memperluas jejaring internasional, belajar beradaptasi, dan mengasah kemampuan berkomunikasi. 

Mahasiswa UNAIR mendapat pengalaman lintas budaya langsung dari komunitas lokal, mulai dari tradisi memanah di Kampung Jenagor, kunjungan ke Rumah Botol Tokki yang mengusung pesan kebersihan pantai, hingga eksplorasi produksi madu kelulut. Kegiatan-kegiatan tersebut menekankan nilai keberlanjutan, sekaligus mengajarkan mahasiswa arti kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Penulis: Ahza Riga Falimbani

Editor: Yulia Rohmawati