UNAIR NEWS – Ksatria Universitas Airlangga (UNAIR) menelurkan inovasi mulsa organik ramah lingkungan berbahan sludge dan sabut palm sebagai circular agriculture catalyst. Dengan inovasi tersebut, mereka menorehkan juara I dalam lomba Business Plan Competition. Puncak kompetisi besutan UKM Interdisciplinary Scientific Research UPN Veteran Yogyakarta itu berlangsung pada Jumat (22/8/2025). Mereka adalah Fransisca Andini Cakra Puspitasari, Muhammad Maulana, dan Nur Sofwatun Nisak. Ketiganya adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Lomba ini mengusung tema Empowering Digital Entrepreneurs Innovate, Build and Grow for a Sustainable Future. Selanjutnya tim Fransisca menginisiasi suatu ide produk yaitu TANIRA: Inovasi Mulsa Organik Ramah Lingkungan Berbahan Sludge dan Sabut Palm sebagai Circular Agriculture Catalyst Menuju Ketahanan Industri Pangan Indonesia 2045.
Usung Ide Produk TANIRA
Fransisca mewakili tim menyampaikan bahwa mereka mengusung ide tersebut berlatar belakang dari kondisi pertanian di Indonesia yang saat ini mengalami berbagai tantangan dan faktor lainnya. “Kami melihat kondisi fakta lapangan yang mempunyai permasalahan. Seperti salah satunya penumpukan limbah organik dari kegiatan industri dan pertanian. Hal tersebut merupakan sumber limbah terbesar berasal dari industri kelapa sawit yang menghasilkan sludge dan sabut dalam jumlah besar. Namun, belum termanfaatkan secara maksimal. Oleh sebab itu, TANIRA kami formulasikan,” jelasnya
Hadirnya TANIRA ini sebagai solusi atas kondisi pertanian berkelanjutan dengan mengoptimalkan pengelolaan sludge dan sabut kelapa sawit. Olahan bahan tersebut akan dibuat menjadi mulsa organik. Kemudian produk akan berfungsi untuk menjaga kelembaban tanah, menghambat pertumbuhan gulma dan meningkatkan kesuburan tanah.
Fransisca dan tim mengikuti lomba dengan dorongan motivasi akan rasa semangat dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa sebagai generasi muda harus lebih aktif dan peduli akan kondisi tersebut. Apalagi Indonesia merupakan negara agraris.
“Jadi selama kami mengikuti lomba ini, motivasi yang datang tentunya dari rasa kepedulian terhadap pertanian di Indonesia. Gagasan serta ide kami ini semoga dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang ada dan terus menciptakan kualitas hasil dengan baik dan bermanfaat,” ungkapnya.
Penulis: Ersa Awwalul Hidayah
Editor: Yulia Rohmawati





