Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa UNAIR Bagikan Pengalaman & Tips Raih Beasiswa Paragon

Sesi Sharing Get to Know Paragon Scholarship pada Minggu (24/8/2025). (Foto: Istimewa)
Sesi Sharing Get to Know Paragon Scholarship pada Minggu (24/8/2025). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Grantee Paragon Universitas Airlangga (UNAIR) gelar webinar bertajuk Get to Know Paragon Scholarship pada Minggu (24/8/2025). Kegiatan yang dilakukan secara daring itu membahas tentang beasiswa Paragon Scholarship Program (PSP) sekaligus membagikan tips menghadapi seleksi PSP. Dalam kesempatan tersebut, terdapat 3 pembicara yaitu Dhia Raidah, Thalia Tanra, dan Ciptaning Ayu yang merupakan mahasiswa UNAIR penerima beasiswa Paragon.

Dalam sesi pembuka, Dhia Raidah, awardee PSP menyebutkan bahwa terdapat hal baru dalam PSP 2025. Ia menyebutkan bahwa di tahun 2025 PSP terbagi dalam dua kategori yaitu PSP Excellent dan PSP Elevate. Keduanya berbeda pada bagian persyaratannya. Ia menjelaskan kata kunci dari PSP Excellent yaitu mahasiswa berprestasi. 

“Syarat umum PSP Excellent yaitu mahasiswa semester pertama jenjang S1 di kampus di Indonesia, rata-rata nilai rapor di SMA lebih dari 88 atau nilai SNBT lebih dari 640 serta sedang tidak menerima beasiswa lain,” terangnya.

Sedangkan untuk PSP Elevate, lanjutnya, diperuntukkan untuk mahasiswa tangguh yang memiliki semangat tinggi untuk melanjutkan pendidikan meskipun dengan keterbatasan finansial. Persyaratan PSP Elevate kurang lebih sama tetapi PSP Elevate bisa didaftar oleh mahasiswa D4 atau D3 di kampus di Indonesia.

“Untuk syarat rata-rata nilai rapor berbeda, kalau di PSP Elevate rata-rata nilai rapor SMA harus sama atau lebih dari 80 atau nilai SNBT harus lebih dari 550. Di PSP Elevate juga tidak boleh menerima beasiswa lain, tetapi kalau penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) atau penerima potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari universitas boleh mendaftar,” jelasnya.

Thalia Tanra, mahasiswa UNAIR awardee PSP menyatakan bahwa status sebagai mahasiswa adalah keuntungan tersendiri. Artinya, status mahasiswa bisa membantu dalam mendapatkan banyak akses untuk mengembangkan diri dan berkontribusi pada sekitar. 

“Di PSP kita mengenal istilah Contribution for the Nation dan hal itu sesuai dengan prinsipku sehingga aku ingin sekali mendaftar dan menjadi bagian dari PSP,” ucapnya.

Menurut Thalia salah satu hal utama yang harus dipersiapkan untuk seleksi beasiswa PSP adalah lakukan riset mendalam tentang Paragon. Riset mendalam tidak hanya tentang sejarah, tetapi juga riset tentang nilai utama atau core value dari Paragon. 

“Dari core value itu kalian bisa dapat gambaran kira-kira awardee seperti apa yang dicari oleh Paragon. Tonjolkan nilai-nilai itu di CV kalian. Apalagi pas tahap interview itu adalah tahap dimana kalian bisa benar-benar dinotis. Jadi, benar-benar tonjolkan core value Paragon di tahap itu,“ tambahnya.

Ciptaning Ayu, mahasiswa UNAIR awardee PSP membagikan tips untuk menjadi pendaftar yang menonjol adalah dengan menjadi diri sendiri. Tidak perlu mengubah atau memoles diri agar terlihat lebih baik di depan panitia penyeleksi.

“Menurutku teman-teman cukup menjadi diri sendiri dan memegang nilai masing-masing. Gunakan apa yang sudah ada pada diri kalian untuk menjadi pribadi yang menonjol saat seleksi. Jadi, bukan mengada-ada tetapi gunakan yang diri kalian punya,” ujarnya.

Ia juga berpesan pada calon pendaftar untuk menerima apapun hasil yang akan didapat. “Jangan merasa sedih dan tidak pantas karena masih ada kesempatan-kesempatan lain yang akan terbuka,” ungkapnya. Menurutnya, gunakan kesempatan mendaftar beasiswa Paragon untuk menjadi pengalaman dalam mengasah diri kalian.

Penulis: Septy Dwi Bahari Putri

Editor: Khefti Al Mawalia