Universitas Airlangga Official Website

Maknai Iduladha, UNAIR Serukan Semangat Ketaatan Nabi Ibrahim-Ismail

Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin saat memberikan sambutan sebelum penyembelihan hewan kurban dimulai (Foto: PHMP UNAIR)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menggelar salat Iduladha bersama civitas academica dan masyarakat umum. Kegiatan tersebut terselenggara di Kampus MERR-C, Rabu (27/5/2026). Sejumlah pimpinan universitas, civitas academica, dan masyarakat umum hadir memadati area Masjid Ulul Azmi.

Salat Iduladha kali ini menghadirkan khatib Dr H Halilul Rohman MHI. Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah salat Iduladha untuk meneladani sifat Nabi Ibrahim dan Ismail. Terutama dalam hal keimanan dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah. 

Iduladha tidak dapat lepas dari sejarah peristiwa yang dialami oleh Nabi Ismail. Yaitu, ketika datang perintah untuk menyembelihnya. Peristiwa yang dialami Nabi Ismail, kata Halil, mencerminkan tingkat keimanan dan ketaatan yang begitu tinggi. Bahkan di usianya yang masih sangat belia.

“Perintah untuk menyembelih Nabi Ismail turun saat beliau masih berumur tujuh tahun. Mari kita renungkan, seorang anak berusia tujuh tahun ketika ada perintah untuk disembelih, bukannya memberontak malah bersedia dan menasihati ayahnya,” ujarnya.

Khatib Dr H Halilul Rohman MHI saat menyampaikan khutbah di hadapan para jamaah salay Iduladha (Foto: PHMP UNAIR)

Lebih lanjut, Dr Halil menuturkan bahwa keimanan dan ketaatan tidak dapat lepas dari pengaruh orang tua. Sebagaimana yang diturunkan oleh Nabi Ibrahim kepada Nabi Ismail.

Ia juga mengingatkan para jamaah untuk tidak pernah berhenti berdoa. Namun, tidak hanya melafazkan doa, ia juga berpesan untuk menyertai doa dengan ketulusan dan keyakinan bahwa Allah akan mengabulkannya.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk tak pernah melepaskan doa untuk anak-anak kita. Di mana pun mereka berada. Doalah yang akan membimbing, mengawasi, dan menjaga anak-anak kita,” ucapnya.

Rangkaian salat Iduladha di UNAIR dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban dengan melibatkan mahasiswa dan tenaga kependidikan sebagai panitia. Berdasarkan data panitia kurban Masjid Ulul Azmi Kampus MERR-C, total hewan kurban yang disembelih mencapai 18 ekor. Dengan rincian sepuluh ekor sapi dan delapan ekor kambing. 

Panitia Iduladha sedang memotong daging hewan kurban (Foto: PHMP UNAIR)

Rektor Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin membuka secara langsung proses penyembelihan hewan kurban. Ia didampingi oleh Sekretaris Universitas, Prof Dr Dwi Setyawan SSi MSi Apt; Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah MSi PhD; Wakil Rektor Bidang Ekosistem Entrepreneurial dan Pengembangan Bisnis, Prof Dr Koko Srimulyo Drs MSi; Direktur Direktorat Pengelolaan Infrastruktur, Lingkungan dan Operasional, Prof Iman Prihandono SH MH LLM PhD; dan Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan Prof Hery Purnobasuki MSi PhD.

Dalam sambutannya, Prof Madyan mengatakan bahwa pelaksanaan salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban merupakan acara rutin di UNAIR. “Selama lebih dari 10 tahun, kita telah melakukan penyembelihan hewan kurban di Hari Raya Iduladha. Saya ucapkan terima kasih pada para panitia karena telah menjalankan acara rutin ini dengan baik,” jelasnya.

Prof Madyan berharap, distribusi daging kurban kali ini bisa berjalan dengan lancar dan optimal. Ia juga memberikan dukungan pada para panitia yang telah mencurahkan tenaganya untuk menyukseskan kurban di UNAIR. “Semoga kita bisa segera memberikan daging kurban ini pada yang berhak. Semoga kita semua mendapatkan pahala dari Allah,” tutupnya.

Penulis: Yulia Rohmawati