Universitas Airlangga Official Website

AirBiliSun Jadi Solusi Inovatif UNAIR –Banyuwangi untuk Bayi Kuning di Tengah Pembatasan Rawat Inap oleh BPJS

UNAIR NEWS – Kasus bayi kuning (hiperbilirubinemia) masih menjadi masalah kesehatan yang banyak ditemui di Indonesia. Kondisi ini bisa berujung pada kerusakan otak bila tidak ditangani tepat.

Sejak 2025, BPJS Kesehatan hanya menanggung rawat inap jika kadar bilirubin bayi ≥15 mg/dL. Sementara kasus di bawah angka tersebut wajib ditangani rawat jalan. Hal ini menimbulkan dilema karena mayoritas bayi kuning berada pada kategori <15 mg/dL. Selama ini, menjemur bayi di bawah sinar matahari kerap dilakukan, tetapi terbukti tidak efektif dan berisiko karena paparan sinar UV.

Menjawab tantangan ini, Universitas Airlangga memperkenalkan AirBiliSun, perangkat Filtered Sunlight Phototherapy yang memanfaatkan sinar matahari tersaring. Penelitian di Jakarta, Surabaya, dan Pekanbaru menunjukkan AirBiliSun mampu menurunkan radiasi UV hingga 30 kali lipat, sambil mempertahankan cahaya biru >30 µW/cm²/nm – intensitas setara fototerapi intensif di rumah sakit.

“AirBiliSun adalah solusi aman, terjangkau, dan efektif untuk bayi kuning. Inovasi ini diharapkan mendukung pelayanan kesehatan di tengah keterbatasan pembiayaan BPJS,” ujar tim peneliti (Sampurna et al., 2025).

Kali ini, UNAIR bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengembangkan alat fototerapi bagi bayi yang mengalami penyakit kuning atau hiperbilirubinemia. Inovasi yang dikembangkan oleh UNAIR dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi itu bernama Airlangga Bilirubin Sun (Airbilisun).

Pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh Tim Civitas Akademika: Mahendra Tri Arif Sampurna, dr. Sp.A.Subps, Neo(K), Ph. D; Prof. Dr. Irwanto, dr. Sp.A.Subps, TKS(K); Prof. Dr. Martono Tri Utomo, dr. Sp.A.Subps, Neo(K),; Dr. Neurinda Permata Kusumastuti, Sp.A.Subps.ETIA(K),; Andi Hamim Zaidan, S.Si., M.Si, Ph.D. Zida Husnina, S.K.M., M.PH : Muhammad Irvan Avandi, dr., Sp.A: Muhammad Naznuddin, dr., M.Sc, Ph.D: Egi Azhar Rafsanjani, dr: Syah Reza Budi Azhari, S.Tr.Kes, Achmad Rifqi Fannani, S.Tr.Kes: Valentinus Aaron M Quedangan, S.T, dan Tim Abdimas Uniersitas Airlangga

UNAIR dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengadakan sosialisasi perdana dalam rangka mengenalkan Airbilisun kepada tenaga kesehatan di RSUD Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (23/8/2025). Sebanyak 50 dokter spesialis anak, dokter puskesmas, serta perawat yang menangani bayi mengikuti sosialisasi sekaligus pelatihan penggunaan Airbilisun itu.

Salah satu perwakilan dari tim UNAIR, Mahendra, menjelaskan cara kerja Airbilisun. Panel filter dari alat itu akan menahan sebagian besar sinar berbahaya seperti UV-A, UV-B, dan inframerah dari sinar matahari, namun tidak dengan cahaya biru. Bilirubin di kulit bayi akan menyerap cahaya biru yang diteruskan dari panel filter. 

“Proses ini membantu menurunkan kadar bilirubin, mencegah perburukan penyakit kuning pada bayi, dan menjaga bayi tetap sehat tanpa resiko kerusakan kulit maupun kanker akibat sinar matahari langsung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mahendra menyebut inovasi itu diadopsi dari ilmu yang didapat dari profesor asal Amerika yang ahli dalam membuat lampu fototerapi, yaitu Prof Henk Vreeman dari Stanford University. “Bedanya dengan alat yang kita buat, kita sesuaikan dengan kearifan lokal. Komponen yang dipatenkan ada pada bagian filter optiknya, sedangkan rangkanya dibuat sederhana dan nyaman untuk bayi,” tambahnya.

Saat ini, UNAIR masih menghibahkan dua alat Airbilisun kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyebut inovasi itu sebagai komitmen daerah dalam mendukung tumbuh kembang anak Banyuwangi agar tetap sehat. “Banyuwangi bisa menjadi pilot project penerapan Airbilisun. Kami dari pemerintah daerah siap mendukung. Harapannya, agar manfaat alat ini bisa dirasakan masyarakat luas,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) UNAIR Kampus Banyuwangi, Prof Dr Soetojo turut memberikan komentar terhadap inovasi tersebut. “Sekarang UNAIR menghadirkan alat khusus dengan harga terjangkau yang bisa membantu bayi kuning sembuh dengan aman,” ungkapnya.

Penulis: Ahza Riga Falimbani

Editor: Khefti Al Mawalia