UNAIR NEWS – Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Seminar Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (13/9/2025) di Aula Asmat, ASEEC Tower Dharmawangsa-B. Putri Widya, Duta UNAIR 2023, sebagai narasumber memaparkan materi tentang public speaking. Seminar ini terlaksana sebagai media belajar kontingen P2MW UNAIR yang lolos pendanaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek).
Kunci dari Public Speaking
Public Speaking adalah seni menyampaikan informasi kepada orang lain dengan baik dan terstruktur. Penyampaian kontennya pun harus jelas sampai tidak ada ruang untuk misinformasi.
“Kunci public speaking adalah percaya diri. Perasaan aman dengan diri sendiri itu bisa dipupuk dengan mengenali diri sendiri. Lalu kelilingi diri dengan lingkungan yang positif, supaya setiap hari yang kita dapatkan adalah afirmasi yang positif,” ujarnya.
Putri mengulas bahwa dasar public speaking adalah ‘3V’ yakni vokal, visual, dan verbal. Di antara ketiganya, yang paling penting adalah visual. Di mana 90 persen dari ucapan ketika public speaking terbentuk dari suara dan gerak tubuh. Oleh karena itu, penting untuk menguasai panggung dengan gerakan tangan, dan melangkah ke kanan dan ke kiri.
“Verbal itu harus kita siapkan dengan banyak membaca, mendengar, dan ketika eksekusi, harus tersampaikan dengan jelas. Kita harus mengatakan apa yang ingin audiens dengarkan,” jelasnya.
Sedangkan vokal, bisa dilatih dengan melakukan pemanasan agar tidak kesulitan ketika berbicara. Pemanasan dilakukan untuk area mulut, rahang, dan lidah. Salah satu pemanasan yang Putri rekomendasikan adalah dengan melakukan lion face.
Menerapkan Teknik Story Telling
Ketika berbicara di depan umum, penting untuk membangun koneksi dengan audiens. Cara yang di-highlight oleh Putri adalah memulai dengan cerita. Pengalaman sehari-hari yang kemungkinan juga pernah audiens alami sehingga bisa menarik perhatian dan fokus.
“Struktur yang bisa digunakan itu dengan buat set up dulu. Seperti ‘teman-teman pernah, gak, sih?’ lalu lanjut ceritanya apa, terus ke arah konflik, di ceritamu, kesulitan apa yang kamu hadapi. Nah, baru ke resolusi, solusi yang ditemukan, atau akhirnya seperti apa,” ujarnya.
Putri juga menekankan bahwa teknik ini bisa menjadi pembuka, tujuannya adalah sebagai hook. Ia menyebutkan bahwa pembuatan cerita bisa hanya dengan singkat saja, tidak terlalu panjang, tetapi penuh intonasi dan vibrasi secara vokal.
Penulis: Dinnaya Mahashofia
Editor: Yulia Rohmawati





