Alga hijau Chlorella yang kami teliti dari Muara Sungai Rokan, Riau, terbukti bisa ditumbuhkan dengan cara yang lebih sederhana namun tetap menghasilkan zat hijau (klorofil) tinggi dan daya tangkal radikal bebas yang kuat. Ini membuka peluang suplemen sehat yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan, berbasis sumber daya lokal.
Chlorella adalah makhluk air yang sangat kecil, tapi padat manfaat. Warna hijaunya menandakan banyaknya pigmen yang bisa membantu tubuh kita melawan radikal bebas—zat perusak sel yang memicu penuaan dan berbagai penyakit. Tim peneliti UNAIR dan kolaborator memeriksa cara menumbuhkan Chlorella agar kandungan baiknya naik tanpa perlu banyak bahan.
Banyak panduan budidaya mikroalga memakai banyak bahan kimia. Kami menyederhanakannya menjadi empat bahan inti saja. Hasilnya, salah satu racikan menjadi yang terbaik dan tetap menghasilkan Chlorella bermutu. (Lihat Tabel 1 untuk perbandingan racikan di artikel asli.)
Apa yang kami temukan?
- Racikan terbaik menghasilkan Chlorella dengan klorofil tinggi dan antioksidan kategori kuat (indikator “kuat” berasal dari uji hambatan radikal bebas).
- Chlorella ini juga memuat 17 jenis asam amino (bahan pembentuk protein), 7 jenis lemak sehat, dan senyawa alami seperti saponin serta fenolik yang bermanfaat bagi daya tahan tubuh.
- Secara sederhana: alga kecil ini menyimpan paket gizi dan pelindung tubuh yang lengkap.
Rujukan visual di naskah ilmiah: Tabel 2–3 (hal. 6–7) menampilkan hasil kadar pigmen hijau dan kekuatan antioksidan; Tabel 4–6 (hal. 8–9) merangkum asam amino, lemak, dan senyawa alaminya; Gambar 1 (hal. 4) menunjukkan peta lokasi pengambilan sampel di Muara Sungai Rokan.
Apa artinya bagi masyarakat?
Temuan ini punya dampak langsung:
- Bahan baku suplemen lokal dari sumber daya Indonesia.
- Biaya budidaya berpotensi lebih rendah karena racikan yang ringkas.
- Peluang hadirnya produk minuman serbuk, kapsul, atau campuran pangan sehat.
Bagaimana memastikan aman dikonsumsi?
Seperti bahan pangan lain, kebersihan proses dan pengujian mutu adalah kunci. Jika dikembangkan menjadi produk konsumsi:
- Produsen perlu uji kualitas, tetapkan takaran saji, dan mengurus izin edar.
- Masyarakat sebaiknya memilih produk dengan komposisi jelas dan petunjuk pemakaian yang tegas.
Kutipan dari peneliti
“Kami membuktikan bahwa dengan racikan sederhana, kualitas Chlorella tetap tinggi. Ini peluang besar menghadirkan suplemen lokal yang menyehatkan dan terjangkau,” ujar Rozi, tim peneliti UNAIR.
Ringkas manfaat temuan ini
- Tinggi pigmen hijau dan pelindung tubuh—baik untuk menangkal radikal bebas.
- Racikan budidaya sederhana, potensi biaya produksi lebih rendah.
- Kaya bahan pembentuk protein dan lemak sehat—modal kuat untuk pangan fungsional.
- Bisa diolah menjadi minuman serbuk/kapsul atau campuran pangan.
- Memberdayakan sumber daya lokal dan membuka peluang usaha.
Kami mengundang kolaborasi riset dan hilirisasi dengan mitra industri, UMKM pangan, dan pemerintah daerah. Untuk informasi atau kerja sama, silakan menghubungi Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga.
Penulis: Rozi, S.Pi., M.Biotech.
Detail tulisan ini dapat dilihat di: https://e-journal.unair.ac.id/JIPK/article/view/61083





