Universitas Airlangga Official Website

Merangkul ODHA Lewat Sentuhan Palliative Care

Dukungan Kelompok Sebaya Berbasis Model Perawatan Kronis untuk Perawatan Pasien HIV
Sumber: desasangeh.badungkab.go.id

Tantangan yang dihadapi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tidak hanya berasal dari kondisi

medis, tetapi juga dari tekanan psikologis, stigma sosial, dan keterbatasan fisik. Situasi ini

kerap memicu kecemasan, depresi, dan penurunan kualitas hidup yang signifikan. Penelitian

ini membuktikan bahwa penerapan palliative care atau perawatan paliatif dapat meningkatkan

kualitas hidup ODHA secara signifikan. Palliative care adalah pendekatan perawatan

menyeluruh yang tidak hanya berfokus pada aspek medis (fisik), tetapi juga pada kebutuhan

psikologis, sosial, budaya, dan spiritual pasien. Dalam studi ini, intervensi yang diberikan

mencakup perawatan fisik untuk mengatasi nyeri, mual, kelelahan, dan infeksi; pendampingan

psikologis melalui relaksasi, konseling, dan terapi perilaku; dukungan sosial untuk

meningkatkan interaksi dan aktivitas sehari-hari; serta pembinaan spiritual guna memperkuat

integritas diri, pemahaman nilai kehidupan dan memotivasi pasien utnuk meningkatkan

kegiatan religinya. Penelitian melibatkan 30 ODHA yang mengalami kecemasan. Hasilnya

menunjukkan peningkatan skor Karnofsky indikator kemampuan menjalankan aktivitas harian

dari rata-rata 61 menjadi 84,67 setelah menjalani palliative care. Peningkatan ini dinyatakan

signifikan secara statistik. Selain kualitas hidup, penelitian ini juga mengukur kadar hormon

kortisol sebagai indikator stres biologis. Rata-rata kadar kortisol menurun dari 296,06 ng/ml

menjadi 289,74 ng/ml setelah intervensi. Meski demikian, penurunan ini tidak signifikan secara

statistik. Faktor yang memengaruhi antara lain tingkat kepatuhan pasien terhadap terapi yang

belum optimal serta penggunaan obat antiretroviral Efavirenz, yang dapat meningkatkan kadar

kortisol. Hasil ini menunjukkan bahwa palliative care berperan penting dalam membantu

ODHA menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik. Dengan pelaksanaan yang lebih

intensif dan pemantauan yang tepat, metode ini berpotensi memberikan manfaat yang lebih

luas, termasuk dalam mengurangi beban stres biologis pasien.

Penulis: Dr. dr. Wiwiek Indriyani Maskoep, SpPD., FINASIM

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Maskoep, W. I., Khairunisa, S. Q., Rachman, B. E., Ciuputri, P., Admadiani, F. R., Andini, S.

F., Asmarawati, T. P., & Nasronudin, N. (2025). The Impact of Palliative Care on Quality of

Life and Cortisol Levels in HIV/AIDS Patients with Anxiety. Acta Medica Indonesiana,

57(2), 212. Retrieved from https://actamedindones.org/index.php/ijim/article/view/2792