Universitas Airlangga Official Website

Efek Hormon Testosteron Topikal pada Kulit

Ilustrasi Hormon Testosteron di dalam Botol Kaca (Sumber: Hello Sehat)
Ilustrasi Hormon Testosteron di dalam Botol Kaca (Sumber: Hello Sehat)

Testosteron adalah hormon steroid androgenik yang memegang peran utama dalam mengendalikan tanda-tanda seks pada pria baik perkembangan organ seksual maupun tanda seks sekunder seperti pertumbuhan bulu, kumis dan janggut. Hormon testosterone diproduksi oleh: testis (pada pria), ovarium (dalam jumlah kecil, pada wanita) dan kelenjar adrenal (pada pria dan wanita). Hormon Testosteron memiliki peran vital dalam perkembangan karakteristik seksual primer dan sekunder, serta berbagai fungsi fisiologis lainnya. Secara kimia, hormon testosterone termasuk dalam kelompok androgen yang berasal dari kolesterol dan memiliki struktur dasar steroid.

Hormon Testosteron memiliki peran pada berbagai organ seperti, (1) Organ reproduksi: berperan dalam perkembangan organ kelamin pria, produksi sperma, libido, (2) Otot dan tulang: meningkatkan massa otot, kekuatan, dan kepadatan tulang, (3) kulit dan rambut: merangsang pertumbuhan rambut wajah dan tubuh serta produksi sebum, (4) berperan dalam perubahan suara bernada rendah serta akselerasi pertumbuhan pada usia pubertas. Oleh karena secara fisiologis normal, testosterone diproduksi dalam jumlah cukup oleh tubuh, maka tidak diperlukan pemberian testosterone tambahan dari luar tubuh.

Pada keadaan tertentu dapat terjadi penyakit kekurangan testosterone yang disebut juga hipogonadisme, ditandai oleh: penurunan libido, gangguan ereksi, lemas dan kelelahan, penurunan massa otot dan tulang. Dalam keadaan hipogonadisme dapat diberikan terapi testosterone dari luar tubuh. Indikasi terapi Testosteron adalah: hipogonadisme, transisi gender (female-to-male), beberapa kasus pubertas terlambat. Hormon Testosteron tambahan dapat diberikan secara sistemik melalui suntikan atau secara topikal yang dioleskan pada permukaan kulit. Oleh karena adanya efek pemberian testosterone topikal pada pertumbuhan rambut maka pemberian testosterone topikal dapat menstimulasi pertumbuhan rambut pada kulit wajah dan tubuh seperti kumis, janggut, dan bulu tubuh. Akan tetapi pemberian testosteron topikal pada kulit kepala justru malah mestimulasi terjadinya kebotakan (alopesia androgenik) akibat miniaturisasi folikel rambut.

Ketika dioleskan pada kulit, testosteron memiliki berbagai efek lokal dan sistemik, termasuk berdampak langsung pada kulit itu sendiri yakni meningkatkan pertumbuhan rambut. Testosteron, terutama setelah diubah menjadi dihidrotestosteron (DHT) oleh enzim 5α-reduktase di kulit, dapat merangsang pertumbuhan rambut pada: kumis, janggut, dada, ketiak, dan area genital. Akan tetapi pemberian testosteron secara topikal dapat diserap oleh tubub sebingga menimbulkan efek sistemik. Testosteron topikal bisa diserap ke sirkulasi sistemik, sehingga berpotensi menyebabkan: perubahan suasana hati, gangguan tidur, ginekomastia (pembesaran payudara pada pria, penurunan kesuburan.

Azhar Maulana dan Willy Sandhika telah melakukan penelitian efek testosteron pada kulit dengan cara mengoleskan hormon testosteron pada kulit tikus yang telah dicukur bulunya. Kulit tikus yang diolesi dengan testosteron terbukti merangsang pertumbuhan rambut, akan tetapi pemberian testosteron juga memiliki efek komedogenik sehingga merangsang terjadinya jerawat (acne vulgaris) pada tikus. Penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi topikal testosteron pada model tikus menyebabkan hiperplasia unit pilosebasea yang signifikan dan dilatasi folikel rambut berisi bahan keratin, yang sesuai dengan komedo pada acne vulgaris. Hasil ini menunjukkan adanya potensi bahaya dermatologis yang terkait dengan penggunaan produk yang mengandung testosteron. Oleh karena itu, obat yang mengandung testosteron secara resmi tidak dijual bebas dan perlu melakukan razia penjualan obat yang mengandung testosteron pada ranah publik untuk menghindari efek samping yang berbahaya.

Penulis: Dr. Willy Sandhika, dr., Sp.PA(K)., M.Si.

Informasi detail terkait artikel ini dapat dilihat pada: https://www.ijscia.com/topical-testosterone-induces-acne-pilosebaceous-alterations-on-rat-skin/