UNAIR NEWS – Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR) sukses membuka agenda The International Conference on Advanced Technology and Multidicipline (ICATAM) pada Kamis (25/9/2025). Agenda tahunan ini berlangsung di Aula Candradimuka, Gedung Nano, Kampus MERR-C.
Tahun ini, ICATAM berkolaborasi dengan The 5th International Conference on Innovations in Power & Advanced Computing Technologies (i-PACT’25). Selain itu, ICATAM juga menggandeng Universiti Malaya (UM) dan Vellore Institute of Technology (VIT) India. Sinergi tersebut bertujuan untuk mengakselerasi riset dan inovasi di bidang sains, informasi, dan teknologi maju.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah MSi PhD serta Dekan FTMM UNAIR Prof Dr Ir Retna Apsari MSI IPM resmi membuka agenda tersebut.
Hadirkan Akademisi Lintas Negara
Prof Amin menyambut hangat jajaran petinggi UM, VIT, dan FTMM UNAIR, serta para peneliti, akademisi, dan praktisi lintas negara dalam sambutannya. Ia menyebutkan bahwa sorotan dari konferensi ini adalah topik pengembangan teknologi dan energi hijau, serta energi baru terbarukan.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi UNAIR bisa berkesempatan menjadi tuan rumah pada tahun ini. Mari kita pastikan konferensi hari ini bisa memfasilitasi ide-ide brilian para presenter,” ujarnya.

Sebagai perwakilan dari rektor UNAIR, Prof Amin meresmikan agenda ICITAM dan i-PACT’25 dengan harapan seluruh partisipan mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pengetahuan. Sehingga dapat menghasilkan riset yang bermanfaat bagi literatur, akademik, dan masyarakat umum.
Wadah Bertukar Pikiran
Sementara itu, Prof Retna menekankan bahwa sebagai tuan rumah, UNAIR merancang agenda konferensi dengan pertimbangan ingin memberikan wadah yang optimal bagi akademisi dan praktisi untuk bertukar pemikiran.

“Saya harap diskusi hari ini dapat mematik ide baru, sehingga dapat membuka kesempatan baru pula bagi rekan-rekan sekalian. Supaya konferensi hari ini tidak hanya menghasilkan outcome yang berdampak tetapi juga merajut kerja sama jangka panjang,” ucapnya.
Ia berpesan agar peserta konferensi dapat memanfaatkan waktu presentasi dan diskusi sebaik-baiknya. Demi kemajuan riset bersama dan menjalin persahabatan lintas universitas dan juga lintas negara.
Penulis: Dinnaya Mahashofia
Editor: Yulia Rohmawati





