UNAIR NEWS – Prof Dr Claire Choo Wan Yuen menyampaikan kuliah tamu bertajuk “AI in Publishing: Opportunities, Challenges, Ethics, and Best Practices” pada Rabu (1/10/2025) di Aula Soemarto Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga secara hybrid. Acara ini diikuti mahasiswa sarjana dan pascasarjana, baik luring maupun daring, dengan sesi tanya jawab interaktif yang antusias. Kegiatan ini memberi kesempatan mahasiswa berdiskusi dan memahami tren terbaru penulisan akademik berbasis teknologi.
Peran AI dalam Penulisan Akademik
Prof Claire menekankan bahwa AI kini menjadi bagian integral dari alur kerja akademik. “Alat AI dapat membantu mulai dari pengumpulan data, perancangan penelitian, penulisan naskah, hingga pengelolaan referensi,” ujarnya. Beberapa alat populer yang ia perkenalkan, antara lain ChatGPT, SciSpace, QuillBot, Perplexity, dan Gemini. Ia menambahkan, “Mahasiswa sebaiknya fokus pada alat paling relevan agar penelitian lebih efisien, akurat, dan berkualitas.”
Peluang, Tantangan, dan Etika
Prof Claire membagi materi menjadi tiga poin utama. Pertama, AI menawarkan peluang mempercepat penelitian dan membantu menyusun kerangka tulisan. “AI juga bisa mengorganisir konten, memberi saran perbaikan, dan mengelola kutipan,” jelasnya. Kedua, tantangan dan etika penggunaan AI, termasuk transparansi laporan penelitian dan kepatuhan kebijakan jurnal. Ketiga, peneliti moder membutuhkan perubahan keterampilan, termasuk kemampuan berinteraksi dengan AI, memilih alat tepat, mengajukan pertanyaan relevan, dan mengelola asisten.
Pengalaman Praktis dan Tips bagi Mahasiswa
Prof Claire berbagi pengalaman sebagai pengguna AI, pengajar, dan editor jurnal. “Penting memahami batasan AI dan menggunakan alat ini secara bijak,” katanya. Mahasiswa didorong fokus pada alat relevan, melatih keterampilan interaksi dengan AI, dan memperhatikan aspek etika. Sesi ini menampilkan diskusi interaktif mengenai pengalaman mahasiswa menggunakan AI, mulai dari perbaikan tata bahasa hingga pembuatan abstrak. Prof Claire menegaskan, “AI sudah ada di alur kerja akademik dan kita perlu menyesuaikan diri serta memahami etika penggunaannya.” Ia menambahkan, “Integrasi AI dapat mempercepat penelitian dan memungkinkan kolaborasi lebih luas internasional.”
Kegiatan ini diharapkan membantu mahasiswa FKM UNAIR memanfaatkan AI secara optimal dan efektif. “Dengan demikian, mahasiswa bisa meningkatkan efisiensi penelitian dan memperkuat kualitas karya ilmiah,” ujarnya. Pengalaman ini juga memberi wawasan tren terbaru dunia akademik, bagaimana teknologi mendukung keberhasilan penelitian, serta mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan era digital lebih matang.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto


