UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa Rekayasa Nanoteknologi (HIMANO) Fakultas Teknologi Maju dan MultiDisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan kegiatan kegiatan Studi Banding dan Company Visit selama empat hari, Minggu (5/10/2025) hingga Kamis (9/10/2025). Kegiatan ini berlangsung di tiga kota, yakni Bogor, Jakarta, dan Bandung, dengan kunjungan ke sejumlah institusi industri dan riset yang relevan dengan bidang studi Rekayasa Nanoteknologi.
Tujuan dan Rangkaian Kegiatan
Kegiatan yang digagas oleh Divisi Eksternal HIMANO tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan dan jaringan mahasiswa terhadap penerapan ilmu nanoteknologi di sektor industri dan penelitian. Tahta Amrillah SSi MSc PhD selaku dosen pembimbing kegiatan menjelaskan bahwa program ini telah menjadi agenda tahunan dan kini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya.
“Tujuan utamanya adalah mengenalkan profil program studi Rekayasa Nanoteknologi UNAIR kepada perusahaan dan mencari peluang kolaborasi riset, praktik kerja lapangan dan magang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan inovasi mahasiswa dalam bidang material dan energi,” terang Tahta.
Eksplorasi Industri dan Laboratorium Riset
Selama empat hari kunjungan, rombongan mahasiswa mendatangi PT Wijaya Karya (WIKA) Beton dan Mercedes-Benz di Bogor, Pertamina New Renewable Energy (NRE) di Jakarta, dan Pusat Penelitian Nanoteknologi dan Nanomaterial (PPNN) di Bandung. Pada tiap lokasi, mahasiswa berkesempatan berdialog dengan para praktisi dan peneliti dan mendapatkan insight serta informasi terkait peluang kolaborasi riset dan magang.
Salah seorang panitia, Intan Asmi Saharani, turut membagikan pengalamannya selama mengikuti agenda tersebut. “Di WIKA Beton, kami melihat potensi penerapan nanomaterial pada beton untuk meningkatkan sifat mekaniknya.” terang Intan.
Sementara di Mercedes-Benz, difokuskan pada aspek material baterai ramah lingkungan. “Kami berdiskusi tentang modifikasi baterai yang lebih hijau. Jadi bukan di bagian otomotifnya, tapi di riset materialnya,” tambah Intan.
Lebih lanjut, kunjungan ke Pertamina New Renewable Energy (NRE) rombongan berkesempatan meninjau bagian riset dan pengembanan. Disana, mahasiswa UNAIR turut memperkenalkan proyek kolaborasi dosen dan mahasiswa UNAIR berupa pengembangan solar cell transparan berbasis material nano.
“Kami juga menawarkan inovasi untuk pengurangan polusi dan peningkatan efisiensi material,” ungkapnya.
Kolaborasi dan Harapan
Kunjungan ke PPNN ITB menjadi puncak kegiatan, yang mana mahasiswa mendapatkan penjelasan terkait peluang studi lanjut magister dan doktoral di bidang nanoteknologi. “Kami diperkenalkan dengan program magister di ITB yang bisa diambil langsung melalui program penyatuan setelah magang, PKL, ataupun tugas akhir,” ujar Intan. Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa UNAIR mendapat apresiasi karena terbiasa mengoperasikan alat karakterisasi material secara mandiri.
Intan berharap kegiatan serupa dapat diperluas di tahun berikutnya. “Semoga kunjungan bisa lebih variatif dan partisipasi mahasiswa meningkat. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa UNAIR mampu bersaing di industri berbasis riset dan teknologi tinggi,” pungkasnya.
Penulis: Tsabita Nuha Zahidah
Editor: Khefti Al Mawalia





