UNAIR NEWS – Kabar membanggakan datang dari Solo ketika mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih prestasi gemilang di kancah nasional. Alfi Fauziyah dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) bersama Hesti Prihadini dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) sukses sabet Juara 2 dalam kompetisi ilmiah nasional bertajuk PENA 7.0
Kompetisi persembahan UKM PRISMA Universitas Muhammadiyah Surakarta tersebut berlangsung pada Jumat (10/10/2025) hingga Minggu (12/10/2025). Alfi menjelaskan motivasinya mengikuti kompetisi ini adalah untuk mengukur sejauh mana kemampuannya dan timnya dalam bersaing dengan tim lain.
“Kompetisi ini cakupannya luas, sehingga bisa dibayangkan seberapa banyak yang tertarik untuk ikut serta. Terlebih, ini kan juga tingkatnya lebih ke kampus dan nasional. Jadi, di sini kita mau melihat bagaimana kita itu berkompetisi secara nasional dengan beberapa pesaing yang lainnya,” terangnya.
Platform Kesehatan Otomatis
Gagasan inovatif yang membawa mereka meraih juara adalah “SCANERGY”. Sebuah aplikasi yang memanfaatkan integrasi Computer Vision (CV), Artificial Intelligence (AI), dan Optical Character Recognition (OCR) untuk merevolusi pemantauan pola makan masyarakat. Ia menyebutkan, keunikan ide ini muncul dari isu pemenuhan kebutuhan makanan yang masih sering abai.
“Kami menjawab kebutuhan masyarakat dengan memudahkan mereka dalam pencatatan makanan, agar dapat mengetahui apakah makanan yang mereka konsumsi sudah mencukupi atau belum. Kami juga menganalisis kelemahan aplikasi serupa yang sudah ada untuk menambahkan value pada aplikasi kami,” jelasnya.
Proses kreatif terciptanya SINERGY merupakan hasil sinergi latar belakang disiplin ilmu kedua anggota tim yang berbeda. Kolaborasi bidang gizi dan teknik industri melahirkan solusi yang aplikatif. “Kami kolaborasi dan mencari permasalahan yang bisa diselesaikan dengan kedua bidang tersebut, dan ketemulah masalah perhitungan kebutuhan makanan harian,” tambahnya.
Dampak Bagi Masyarakat
Alfi mengharapkan dampak SCANERGY mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan kemudahan dalam memantau asupan gizi. “Kami bisa membantu masyarakat mempermudah perhitungan kebutuhan gizi secara presisi dan real time. Cukup dengan men-scan makanan dalam piring atau foto label gizi,” sebutnya.
Ke depan, Alfi dan tim berencana untuk terus mengembangkan SCANERGY. Ia berencana menambahkan fitur-fitur yang lebih detail dan komprehensif pada aplikasi, serta masyarakat dapat mengakses secara luas. “Kami berharap bisa bekerjasama dengan stakeholder seperti pemerintah agar aplikasi ini bisa diakses secara gratis oleh masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Mohammad Adif Albarado
Editor: Ragil Kukuh Imanto





