Polyspermic fertilization (fertilisasi polisperma) adalah proses sel telur yang dibuahi oleh lebih dari satu sel sperma. Tidak hanya satu sel sperma seperti yang terjadi pada pembuahan normal atau monosperma. Hal ini dapat menyebabkan sel telur memiliki jumlah kromosom yang berlebihan dan sering kali mengganggu perkembangan sel karena kelebihan sentrosom, sehingga menyebabkan kematian sel. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa menambahkan senyawa zinc klorida (ZnCl₂) saat proses pembuahan buatan (in vitro fertilization/IVF) pada babi dapat mengurangi terjadinya polispermi—yaitu kondisi ketika satu sel telur dibuahi oleh lebih dari satu sperma.
Polispermi dapat menurunkan kualitas embrio dan menghambat keberhasilan reproduksi. Dalam studi ini, kami menggunakan sel telur babi dan sperma beku yang dicairkan kembali. Kami menambahkan berbagai konsentrasi ZnCl₂ ke dalam medium pembuahan dan memantau kualitas sperma, tingkat pembuahan, serta perkembangan embrio.
Hasil utamanya: (1) Konsentrasi 1 mikrogram/mL ZnCl₂ secara signifikan menurunkan jumlah sel telur yang mengalami polispermi daripada kelompok tanpa tambahan ZnCl₂, (2) Penambahan ZnCl₂ tidak menurunkan tingkat pembuahan total dan tidak memengaruhi perkembangan embrio sampai tahap blastosis (awal pembentukan janin), (3) Uji tambahan dengan senyawa pengikat logam (EDTA) menguatkan temuan bahwa efek pencegahan polispermi berasal dari ZnCl₂.
Kami menduga bahwa ZnCl₂ membantu sel telur membentuk “penghalang” alami setelah sperma pertama berhasil masuk, sehingga sperma lain tidak bisa menembus. Temuan ini penting dalam teknologi reproduksi hewan—misalnya untuk pembiakan babi berkualitas tinggi atau riset medis—keberhasilan pembuahan yang tepat juga sangat penting. Temuan ini membuka peluang meningkatkan efisiensi program bayi tabung pada babi, yang juga bermanfaat sebagai model penelitian biomedis.
Penulis: Oky Setyo Widodo, drh., M.Si., Ph.D





