Universitas Airlangga Official Website

Buka Mata, Buka Peluang: Menelusuri Karier Farmasi Forensik Bersama Alumni UNAIR

Kombes Pol. Kuswardani, S.Si., Apt., M.Farm. menyampaikan materi mengenai karier di bidang farmasi forensik kepada mahasiswa UNAIR. (Foto: penulis)
Kombes Pol. Kuswardani, S.Si., Apt., M.Farm. menyampaikan materi mengenai karier di bidang farmasi forensik kepada mahasiswa UNAIR. (Foto: penulis)

UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (BEM FF UNAIR) menggelar sesi “Alumni Berbagi” bertajuk Unveiling Hidden Paths in Pharmacy pada Sabtu (25/10/2025) melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan alumni yang berkarier di bidang farmasi forensik, memberikan wawasan peluang profesi farmasi di luar jalur klinik dan industri obat. Acara ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menanyakan langsung pengalaman lapangan dan tips pengembangan karier.

Sesi pembuka oleh perwakilan BEM FF UNAIR yang menekankan pentingnya eksplorasi karier bagi calon farmasis. Ratusan mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini tampak antusias menyimak pengalaman narasumber. Banyak peserta aktif menuliskan pertanyaan di kolom chat, mulai dari jalur pendidikan lanjutan, keterampilan teknis, hingga peluang magang di instansi forensik.

Menelusuri Dunia Farmasi Forensik

Narasumber utama, Kombes Pol Kuswardani SSi Apt MFarm, Kepala Divisi Farmasi dan Alat Kesehatan KAFARMAPOL Pusdokkes Polri sekaligus alumnus Fakultas Farmasi UNAIR 1995, membagikan pengalaman kariernya.
“Farmasis berperan besar dalam penegakan hukum berbasis sains. Keahlian kimia dan toksikologi penting dalam menganalisis barang bukti,” ujarnya.

Kuswardani menjelaskan, teknologi seperti HPLC, GC-MS, HRMS, dan PCR kini menjadi bagian dari analisis forensik, berlandaskan pengetahuan farmasi. Ia juga menekankan pentingnya integritas ilmiah: “Hasil analisis adalah fakta yang dapat diuji, bukan opini.” Ia mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti workshop dan pelatihan laboratorium agar lebih siap menghadapi tantangan profesional.

Profil narasumber Kombes Pol. Kuswardani, S.Si., Apt., M.Farm., menampilkan pengalaman dan perjalanan karier di dunia farmasi forensik. (Foto: penulis)
Kiat Sukses dan Pengembangan Diri

Selain pemaparan teknis, narasumber memberikan strategi pengembangan diri dan manajemen karier. Soft skills seperti komunikasi, ketelitian, dan berpikir analitis sangat menentukan keberhasilan di dunia profesional.
“Ilmu farmasi lebih bermanfaat jika dikombinasikan kemampuan adaptasi dan kolaborasi lintas disiplin,” ujar Kuswardani.

Mahasiswa mendapat stimulasi untuk aktif mengikuti organisasi, seminar, dan sertifikasi untuk memperluas jejaring profesional. “Peluang tidak selalu datang di jalur konvensional. Berani mencoba hal baru bisa membuka karier sesuai potensi diri,” pesan narasumber. Pemateri juga mengajak peserta untukmemanfaatkan media profesional seperti LinkedIn untuk memperkenalkan kemampuan dan pengalaman mereka.

Sesi tanya jawab interaktif menjadi pertanda akhir dari acara. Peserta bertanya mengenai jalur karier di lembaga penegak hukum dan riset forensik. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa UNAIR untuk memahami profesi farmasis forensik, memperluas perspektif dunia kesehatan, serta menumbuhkan motivasi mengeksplorasi peluang karier yang mungkin belum banyak mahasiswa ketahui.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto