UNAIR NEWS – Tiga Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Departemen Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Fakultas Kedokteran (FK), Universitas Airlangga (UNAIR) menorehkan prestasi gemilang. Mereka sukses memborong 3 penghargaan dalam ajang Annual Scientific Meeting of the Indonesian Heart Association (ASMIHA) 2025 yang berlangsung pada (1-4/10/2025) di InterContinental Hotel, Pondok Indah, Jakarta.
Ketiganya terdiri atas dr Inna Maya Sufiyah peraih Juara 3 Young Investigator Award, dr Raditya Rizki Muhammad dan dr Steve Karundeng peraih Best Displayed Poster Kategori Case Report.
Budaya Ilmiah yang Kuat di Lingkungan FK UNAIR
Menurut dr Inna Maya, capaian ini tidak lepas dari budaya ilmiah yang telah mengakar kuat di lingkungan FK UNAIR. “FK UNAIR dan Departemen Kardiologi memiliki ekosistem ilmiah yang kuat. Setiap mahasiswa dibudayakan untuk berkolaborasi dalam riset bersama dosen dan institusi luar, serta didorong untuk mempublikasikan hasil riset melalui jurnal ataupun presentasi forum ilmiah,” ungkapnya.
Dalam prosesnya, peran dosen dan fakultas menjadi salah satu kunci keberhasilan. “Kami mendapat bimbingan dari para senior dan dosen inspiratif. FK UNAIR berperan besar melalui dukungan fasilitas, kolaborasi lintas bidang, dan semangat kebersamaan yang selalu ditanamkan,” tambahnya.
Riset Keton Bodies Buka Peluang Inovasi di Bidang Kardiovaskular
Dalam ajang tersebut, dr Inna mengusung penelitian dengan topik evaluasi peran keton bodies sebagai agen anti inflamasi yang dapat mencegah progresivitas disfungsi endotel. “Penelitian ini merupakan bagian dari pohon penelitian yang menelusuri efek keton bodies terhadap fungsi endotel,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr Inna menjelaskan bahwa penelitian tersebut dalam proses rencana tindak lanjut. “Kami sedang proses publikasi manuscript full paper dari penelitian dan case tersebut,” lanjutnya.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi mahasiswa PPDS lainnya untuk terus berprestasi dan semangat kolaborasi riset. “Capaian ini membuktikan bahwa budaya akademik dan riset di lingkungan kami punya potensi besar untuk terus tumbuh dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu kedokteran di tingkat nasional maupun internasional,” imbuhnya.
dr Inna berpesan kepada civitas akademika FK UNAIR untuk tidak ragu dalam mencoba berbagai kompetisi. “Jangan ragu untuk mulai dan harus berani mencoba. Melalui kompetisi ilmiah, kita tidak hanya mengasah kemampuan, tapi juga memberi kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu. Saya yakin dosen muda dan mahasiswa FK UNAIR punya potensi besar untuk terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Penulis: Bethari Sri Indrajayanti
Editor: Khefti Al Mawalia





