Universitas Airlangga Official Website

Kondisi Langka Kutil Kelamin pada Anak: Kasus Dengan Terapi Asam Trikloroasetat

(Foto: Kompas.com)
(Foto: Kompas.com)

Kondiloma akuminata atau kutil kelamin merupakan salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang paling sering dijumpai di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus Human papillomavirus (HPV), khususnya tipe 6 dan 11 yang menyebabkan 90% kasus. Meskipun umumnya dialami oleh orang dewasa yang aktif secara seksual, beberapa kasus juga ditemukan pada anak-anak seperti kasus yang kami temukan di Poli Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga – RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

Kasus ini menyoroti seorang anak perempuan berusia satu tahun dengan keluhan benjolan berwarna kulit di sekitar anus yang dalam dua minggu membesar hingga menyerupai kembang kol. Pemeriksaan uji asetowhite menunjukkan hasil positif, dan pemeriksaan histopatologi memperlihatkan adanya hiperkeratosis, akantosis, dan papilomatosis, yang mengonfirmasi diagnosis kondiloma akuminata.

Penularan yang Tidak Selalu Melalui Hubungan Seksual

Kasus kondiloma akuminata pada anak memunculkan pertanyaan penting mengenai mekanisme penularannya. Pada anak, infeksi HPV dapat terjadi melalui beberapa cara non-seksual, antara lain:

  • Transmisi vertikal, yaitu penularan dari ibu ke anak saat proses persalinan normal.
  • Transmisi horizontal, yakni penularan melalui tangan pengasuh atau peralatan yang terkontaminasi virus seperti handuk, popok, atau alat mandi.

Meskipun demikian, dokter tetap perlu melakukan evaluasi menyeluruh untuk menyingkirkan kemungkinan kekerasan seksual. Pemeriksaan menyeluruh mencakup anamnesis detail, evaluasi psikologis, serta pemeriksaan fisik area genital dan perianal.

Terapi Aman untuk Anak dengan Kulit Sensitif

Pilihan terapi kondiloma akuminata pada anak berbeda dari orang dewasa karena kulit anak lebih sensitif. Dalam kasus ini, terapi utama yang digunakan adalah asam trikloroasetat (Trichloroacetic Acid/TCA) 90%, yang dioleskan langsung pada lesi dengan perlindungan vaseline pada kulit sekitarnya untuk mencegah iritasi.

Setelah dua kali terapi dengan selang waktu satu minggu, seluruh lesi menghilang tanpa efek samping serius, hanya menyisakan sedikit kemerahan dan hiperpigmentasi ringan yang kemudian memudar. Pasien kemudian menjalani kontrol rutin selama enam bulan, dan hasilnya menunjukkan tidak ada kekambuhan.

Pentingnya Pendekatan Holistik

Kasus ini menekankan peran penting dokter spesialis kulit dan kelamin tidak hanya dalam mengobati lesi, tetapi juga dalam pendekatan holistik untuk anak. Hal ini meliputi:

  • Pencegahan penularan ulang melalui edukasi higienitas kepada orang tua atau pengasuh.
  • Skrining kemungkinan kekerasan seksual dengan pendekatan empatik dan profesional.
  • Konseling keluarga untuk mendukung aspek psikologis anak.

Pencegahan jangka panjang dapat dilakukan melalui vaksinasi HPV pada usia yang dianjurkan, terutama bagi anak perempuan untuk melindungi dari infeksi virus yang berpotensi menyebabkan kanker di kemudian hari.

Kesimpulan

Kasus ini menunjukkan bahwa kondiloma akuminata pada anak tidak selalu disebabkan oleh aktivitas seksual, melainkan bisa juga akibat transmisi non-seksual. Penggunaan asam trikloroasetat (TCA) 90% terbukti efektif, aman, dan ekonomis untuk menghilangkan lesi kutil kelamin pada anak tanpa efek samping berarti.

Kasus ini juga menjadi pengingat penting bahwa setiap anak dengan infeksi menular seksual harus mendapatkan evaluasi medis dan psikososial secara menyeluruh untuk memastikan perlindungan optimal terhadap kesehatannya.

Penulis:Nissa Avina Pilar, dr.


Informasi lengkap dari artikel ini dapat diunduh pada:
https://www.panafrican-med-journal.com/content/article/50/101/full

Transmission and therapeutic modalities on condyloma acuminata in children: a case report

Nissa Avina Pilar, Hasnikmah Mappamasing, Regitta Indira Agusni, Septiana Widyantari, Maylita Sari, Astindari Astindari, Afif Nurul Hidayati