Saussurea lappa, tanaman obat yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Ayurveda dan Tiongkok, kini menarik perhatian dunia ilmiah karena potensinya dalam regenerasi jaringan dan penghambatan pertumbuhan sel kanker. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa ekstrak dan nanopartikel dari tanaman ini memiliki dua efek utama: mendorong penyembuhan jaringan dan menekan proliferasi sel kanker secara signifikan.
Khasiat Saussurea lappa terutama berasal dari senyawa bioaktifnya seperti seskuiterpen lakton (misalnya kostunolid dan dehidrokostus lakton), flavonoid (quercetin dan kaempferol), alkaloid (saussureamine A), triterpen, serta minyak atsiri. Seskuiterpen lakton dikenal mampu memicu apoptosis atau kematian terprogram pada sel kanker dengan cara menghasilkan stres oksidatif dan menghambat jalur pensinyalan NF-κB yang penting bagi kelangsungan hidup sel kanker. Flavonoid berperan sebagai antioksidan kuat yang melindungi sel sehat dari kerusakan oksidatif, sementara alkaloid dan triterpen memperkuat efek antikanker serta membantu regenerasi jaringan. Kandungan minyak atsiri dan vitamin seperti A, C, dan E juga mendukung penyembuhan luka dan fungsi imun tubuh.
Penelitian ini menilai efek nanopartikel Saussurea lappa terhadap dua jenis sel berbeda yaitu Sel kanker serviks (sel HeLa) – digunakan untuk menguji aktivitas antikanker dan Sel punca dari gigi sulung manusia– digunakan untuk menilai potensi regeneratif. Hasil uji menunjukkan bahwa nanopartikel Saussurea lappa menurunkan viabilitas sel HeLa secara signifikan pada konsentrasi tinggi. Pada dosis 800 μg/mL dan 400 μg/mL, tingkat kelangsungan hidup sel turun hingga sekitar 50–60%, menandakan efek sitotoksik kuat. Sebaliknya, pada dosis rendah (≤200 μg/mL), viabilitas tetap di atas 80%, menunjukkan bahwa efek toksik hanya muncul pada dosis besar.
Pada sel SHED, efeknya lebih kompleks. Dalam 24 hingga 72 jam pemaparan, terjadi penurunan proliferasi sel yang bergantung pada dosis dan waktu. Dosis rendah (12,5–25 μg/mL) sudah cukup menekan pertumbuhan sel, sedangkan dosis tinggi (100–200 μg/mL) memperkuat efek penghambatan secara bertahap. Artinya, nanopartikel ini memiliki potensi mengatur pertumbuhan sel, namun juga dapat menekan aktivitas sel normal bila digunakan berlebihan.
Perbedaan efek antara sel kanker dan sel normal berkaitan dengan karakteristik biologis masing-masing. Sel kanker seperti HeLa memiliki metabolisme tinggi dan pertahanan antioksidan rendah, sehingga lebih rentan terhadap stres oksidatif dan apoptosis yang diinduksi oleh senyawa aktif Saussurea lappa. Sebaliknya, sel punca SHED memiliki sistem pertahanan yang lebih kuat, tetapi paparan berkepanjangan atau dosis tinggi tetap dapat mengganggu jalur pensinyalan penting seperti Wnt/β-catenin dan MAPK yang mengatur pembelahan sel.
Hasil penelitian ini menegaskan bahwa nanopartikel Saussurea lappa memiliki potensi besar sebagai agen antikanker alami, khususnya terhadap sel kanker serviks. Namun, efek penghambatan terhadap sel normal menuntut kehati-hatian dalam penggunaannya. Diperlukan penelitian lanjutan untuk menentukan dosis aman, durasi paparan optimal, serta sistem penghantaran yang mampu menargetkan sel kanker tanpa merusak jaringan sehat.
Nanopartikel Saussurea lappa terbukti memiliki dua sisi: sebagai agen antikanker kuat yang menurunkan viabilitas sel HeLa hingga setengahnya pada dosis tinggi, namun juga menekan proliferasi sel punca SHED secara bergantung pada waktu dan dosis. Potensi terapeutiknya menjanjikan untuk pengembangan obat berbasis alami, tetapi keberhasilannya bergantung pada kemampuan ilmuwan mengatur dosis agar efek sitotoksik hanya diarahkan pada sel kanker. Dengan riset lebih lanjut, Saussurea lappa berpeluang menjadi salah satu kandidat penting dalam terapi regeneratif dan pengobatan kanker berbasis bahan alam.
Penulis: Ira Arundina
Tulisan lengkap kami dapat dilihat di
I.Arundina, T.I.Budhy, E.M. Setiawatie, M.D.C.Surboyo, N.Ertanti, C.H.Ming, S.M. Ramaniasari, A.S.A. Moelyanto. Effects ofNanoparticle of Saussurea lappaon Stem Cell from Human Exfoliated Deciduous Teeth (SHED) Proliferation and Cancer Cell Inhibition. 2025. Trop JNat Prod Res, August 2025; 9(8): 3929 -3932. Access on https://www.tjnpr.org/index.php/home/article/view/7156





