Universitas Airlangga Official Website

Tailored Intervention Untuk Meningkatkan Kepatuhan Pasien Kardiovaskular dan Menurunkan kadar LDL-C pada Pasien Yang Menerima Statin

sumber: nursingcenter.com
sumber: nursingcenter.com

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama di dunia. Dan penyakit kardiovaskular yang paling umum di Indonesia adalah penyakit jantung koroner.

Untuk pasien dengan risiko sangat tinggi, European Society of Cardiology merekomendasikan penurunan kadar LDL-C menjadi kurang dari 55 mg/dL dan mencapai penurunan setidaknya 50% dari kadar baseline. Intervensi kunci adalah terapi statin intensitas tinggi, namun banyak bukti menunjukkan dengan sttain intensitas tinggi masih banyak pasien tidak dapat mencapai target LDL-C. Beberapa hambatan dalam mencapai target LDL-C meliputi inersia klinis, ketidakpatuhan pengobatan, dan masalah kebijakan kesehatan sistemik. Kepatuhan terhadap statin lebih rendah di negara berkembang, termasuk Indonesia. Berbagai faktor menghambat kepatuhan, sehingga mengurangi kemampuan pasien untuk mengikuti rejimen pengobatan. Organisasi Kesehatan Dunia mengklasifikasikan ketidakpatuhan menjadi lima dimensi: sosioekonomi, system pelayanan kesehatan, kondisi medis, faktor terkait terapi, dan faktor terkait pasien. Meskipun banyak intervensi telah dikembangkan untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan, sebagian besar hanya mencapai keberhasilan sedang. Tailored Intervention atau intervensi yang berfokus dalam mengatasi penyebab ketidakpatuhan pasien minum obat telah diusulkan sebagai strategi yang tepat untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan dengan mengatasi hambatan spesifik pasien daripada mengandalkan pendekatan tunggal dan umum. Intervensi dirancang berdasarkan hambatan spesifik pasien terhadap kepatuhan pengobatan. Wawancara terstruktur

dilakukan dengan setiap pasien untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan ini. Intervensi ini mengatasi semua hambatan yang teridentifikasi dan meliputi: 1) edukasi melalui video animasi, buklet, dan poster; 2) mengubah waktu minum atorvastatin dari malam ke pagi; dan 3) pemberdayaan pasien melalui grup WhatsApp. Setelah intervensi, kepatuhan meningkat secara signifikan dari 0% menjadi 90%, disertai dengan penurunan signifikan kadar LDL-C rata-rata dari 100,19 mg/dL menjadi 87,29 mg/dL. Tailored Intervention pada pasien yang menggunakan statin ini memiliki kebaruan didunia dan terbukti secara signifikan meningkatkan kepatuhan dan menurunkan kadar LDL-C. Metode ini dapat direkomendasikan strategi yang efektif untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan sebelum intensifikasi terapi atau uji polimorfisme pada pasien yang menjalani terapi statin intensitas tinggi.

Ditulis oleh Dr. apt. Wenny Putri Nilamsari, SpFRS

Berdasarkan publikasi berjudul Tailored Intervention Improves Medication Adherence and reduces LDL-C Levels Pharmacia 72 : 1-7