Diabetes melitus tipe 1 (DMT1) adalah salah satu kondisi kronis yang sangat menantang, khususnya bagi populasi anak dan remaja. Tidak seperti diabetes tipe 2, kondisi ini bukan akibat gaya hidup, melainkan karena sistem imun tubuh menyerang sel pankreas sehingga tidak bisa lagi memproduksi insulin. Akibatnya, anak dengan DMT1 harus menjalani terapi insulin seumur hidup, diiringi dengan disiplin tinggi dalam memantau kadar glukosa darah, mengatur pola makan, aktivitas fisik dan penyesuaian aktivitas sehari-hari.
Setiap harinya, anak atau remaja dengan DMT1 perlu mencatat kadar glukosa darahnya, kapan ia menyuntik insulin dan berapa dosisnya, berapa banyak ia makan, hingga aktivitas fisik apa saja yang dilakukan. Semua catatan ini sangat penting bagi pasien dan dokter untuk mengevaluasi kesehatan pasien. Namun, bagi banyak pasien, mencatat secara manual di buku harian terasa merepotkan, membosankan, bahkan mudah terlupakan.
Anak dan remaja saat ini menunjukkan minat terhadap media digital yang menawarkan panduan mengenai kesehatan dan dukungan sosial, hal ini menandakan bahwa teknologi digital dapat menjadi tambahan dalam sistem konsultasi kesehatan tradisional. Tren perawatan kesehatan terintegrasi semakin terlihat, di mana solusi kesehatan digital memainkan peranan penting dalam kepatuhan jangka panjang dan komitmen pasien dalam manajemen diri sendiri.
Di sinilah aplikasi “Digital Diary” hadir sebagai solusi. Aplikasi ini memungkinkan pasien untuk mencatat semua aspek penting terkait pengelolaan diabetes mereka secara cepat dan praktis melalui ponsel pintar. Lebih dari sekadar catatan digital, aplikasi ini bisa terhubung dengan dokter, memberikan pengingat untuk menyuntik insulin, bahkan membantu pasien memahami pola kesehatan mereka. Pertanyaannya, apakah semua pasien mau memanfaatkan aplikasi ini?
Universitas Airlangga, bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali melakukan penelitian untuk mengetahui penerimaan pengguna terhadap aplikasi “Digital Diary” yang diharapkan bisa menjadi solusi bagi perawatan pasien diabetes di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa faktor kunci yang menentukan apakah pasien mau memanfaatkannya, yaitu kemudahan penggunaan aplikasi, manfaat nyata dalam kehidupan seperti membantu pengendalian glukosa darah agar lebih stabil atau mengurangi risiko lupa suntik insulin, dukungan dari tenaga medis dan keluarga di mana pasien akan lebih termotivasi menggunakan aplikasi apabila dokter dan keluarga ikut merekomendasikan dan memantau data pasien melalui aplikasi, kepercayaan pada teknologi di mana pasien merasa privasi datanya aman serta aplikasi dapat memberikan panduan yang akurat.
Masih ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan aplikasi “Digital Diary” ini. Belum semua pasien memiliki akses ke ponsel pintar atau internet yang stabil, terutama di daerah dengan keterbatasan teknologi. Faktor psikologis juga perlu diperhatikan di mana sebagian pasien merasa bahwa mencatat riwayat terkait DMT1 setiap hari bisa menjadi beban emosional dan membuat mereka merasa berbeda dari anak-anak lain. Oleh karena itu, aspek psikologis, sosial, dan budaya pasien juga harus diperhatikan.
Bagi tenaga medis, penelitian ini memberikan pesan penting: Aplikasi “Digital Diary” memberi harapan bagi perawatan anak dengan DMT1 yang lebih mudah dan teratur dan menjadi jembatan antara pasien, keluarga, dan dokter. Namun, teknologi hanyalah alat—kuncinya tetap pada bagaimana pasien merasa terbantu dan didukung. Keberhasilan teknologi kesehatan sangat ditentukan oleh penerimaan pasien.
Tidak cukup hanya menciptakan aplikasi dengan fitur canggih, tetapi harus dipastikan bahwa aplikasi itu mudah, bermanfaat, terpercaya, dan didukung dalam sistem pelayanan kesehatan. Dokter juga berperan besar dalam mendorong pasien menggunakan aplikasi ini. Dengan memberikan rekomendasi, memantau data pasien melalui sistem digital, dan menekankan manfaatnya, dokter dapat meningkatkan kepatuhan pasien sekaligus memperbaiki kualitas perawatan.
Penulis: Dr. Yuni Hisbiyah,dr. MMRS., Sp.A.
Baca Selengkapnya di:
https://www.bright-journal.org/Journal/index.php/JADS/article/view/767
Triandini E, Permana PA, Hanief S, Kuswanto D, Pamungkas Y, Perwitasari RK, Hisbiyah Y, Rochmah N, Faizi M. Exploring the Determinants of User Acceptance for the Digital Diary Application in Type 1 Diabetes Management: A Structural Equation Modeling Approach. Journal of Applied Data Sciences. 2025 Jul 10;6(3):1811-29.





