Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Susun Roadmap Pengelolaan Hilir Brantas Dukung SDG 6

Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR, Prof Hery Purnobasuki MSi PhD membuka workshop dengan pemaparan mengenai urgensi penataan hilir Brantas demi penguatan roadmap pengelolaan DAS berbasis SDG 6. (Dok. Istimewa)
Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR, Prof Hery Purnobasuki MSi PhD membuka workshop dengan pemaparan mengenai urgensi penataan hilir Brantas demi penguatan roadmap pengelolaan DAS berbasis SDG 6. (Dok. Istimewa)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) menggelar Workshop bertajuk “Menata Hilir Brantas: Penyusunan Roadmap Rencana Aksi Pengelolaan DAS Brantas dalam Mendukung SDGs 6”. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (24/11/2025) di Ruang Dayak, Kampus Dharmawangsa–B. Kegiatan ini menghadirkan akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas lingkungan untuk membahas kondisi hilir Sungai Brantas yang semakin kompleks serta merumuskan langkah strategis pengelolaannya.

Acara ini memfasilitasi diskusi intensif mengenai pemetaan masalah, penyelarasan persepsi, dan penyusunan prioritas kebijakan berbasis kolaborasi. Roadmap yang dihasilkan dari diskusi ini diharapkan menjadi pijakan bagi pengelolaan lingkungan yang baik. Terlebih lagi, dalam mendukung target SDG 6 terkait air bersih dan sanitasi.

LPMB Tekankan Kolaborasi

Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR, Prof Hery Purnobasuki MSi PhD, menegaskan bahwa pengelolaan DAS Brantas harus bersama kita lihat sebagai satu kesatuan dari hulu hingga hilir. Ia menggarisbawahi bahwa tekanan dari perubahan tata ruang dan perkembangan permukiman di kawasan hilir tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja, sehingga memerlukan penataan yang terencana dan kolaboratif. “Langkah sekecil apa pun akan tetap lebih bermanfaat daripada tidak bergerak sama sekali,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Prof Hery berharap forum ini dapat menghasilkan arah kebijakan yang bermanfaat serta berorientasi pada sinergi lintas sektor. Ia menilai bahwa proses penyelarasan gagasan antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memperkuat efektivitas pengelolaan DAS Brantas. Dengan langkah terintegrasi, upaya menjaga keberlanjutan ekosistem sungai berpotensi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sepanjang wilayah alirannya.

DLH Soroti Strategis

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa daerah aliran Sungai Brantas memegang peran strategis bagi keberlangsungan sosial dan ekonomi masyarakat Jawa Timur. Namun, berbagai permasalahan serius seperti limbah industri dan tekanan aktivitas di sekitar sungai telah mengancam daya dukung lingkungan sehingga membutuhkan perhatian lebih dari seluruh pemangku kepentingan. “Melalui forum ini kita bedah masalah saluran hilir Brantas. Saya optimis kita dapat mengembalikan kualitas lingkungan dan mewariskan lingkungan yang baik,” ujarnya.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur menyampaikan sambutan terkait pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk wilayah hilir Brantas. (Dok. Istimewa)

Dalam sambutannya, DLH Jatim menilai bahwa forum yang berlangsung merupakan bentuk komitmen nyata Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat upaya perbaikan kualitas lingkungan. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting sebagai wadah untuk merumuskan langkah-langkah konkret demi mengatasi berbagai tekanan ekologis di kawasan hilir Brantas.

DLH juga menekankan perlunya sinergi yang kuat dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, akademisi, dan komunitas lingkungan agar arah kebijakan lebih aplikatif dan sesuai kondisi lapangan. Ia menambahkan bahwa penyamaan persepsi lintas sektor menjadi langkah kunci untuk menciptakan strategi pemulihan yang berkelanjutan. Kemudian, memberikan dampak signifikan bagi masyarakat di sekitar bantaran Brantas.

Penulis: Era Fazira

Editor: Ragil Kukuh Imanto