Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Raih Juara 2 HSF 2025 lewat Inovasi Mikroba Relevan Klinis

Bayu Cahyo Bintoro dan Anindita Azkia Fauzana saat awarding Juara 2 di acara Hasanuddin Scientific Fair (HSF) 2025. (Foto: Dok. Pribadi)
Bayu Cahyo Bintoro dan Anindita Azkia Fauzana saat awarding Juara 2 di acara Hasanuddin Scientific Fair (HSF) 2025. (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Bayu Cahyo Bintoro, mahasiswa angkatan 2024 dari Program Studi Kedokteran Gigi, dan Anindita Azkia Fauzana, mahasiswa angkatan 2024 dari Program Studi Kedokteran, berhasil meraih Juara 2 dalam Kompetisi Hasanuddin Scientific Fair (HSF) 2025. Mereka menggabungkan mikrobiologi klinis dan teknologi untuk mengatasi resistensi antimikroba di Indonesia. Keberhasilan ini membanggakan Universitas Airlangga dan menunjukkan komitmen mereka untuk berkontribusi dalam riset kesehatan. Dosen pembimbing mereka, dr Ika Nindya Kadariswantiningsih MMSc PhD, turut berperan penting dalam kesuksesan ini, memberikan arahan dan dukungan yang signifikan dalam pengembangan karya ilmiah mereka.

Perjalanan Menuju Final HSF 2025

Bayu dan Anindita bertemu dalam ajang perlombaan di perguruan tinggi negeri. Meski tergabung dalam tim yang berbeda, mereka menyadari visi riset mereka selaras. Setelah melalui seleksi naskah ilmiah yang ketat, mereka melaju ke final. Tim ini berhasil meraih Juara 2 setelah memberikan presentasi yang memukau juri. Persiapan intensif dan koordinasi yang baik menjadi kunci kesuksesan mereka. Selain itu, dukungan penuh dari fakultas mereka juga memberikan kepercayaan diri yang kuat.

Inovasi dalam Mikroba dan Relevansinya bagi Dunia Klinis

Tema yang mereka angkat, “MICROSCOPE: Microbiology Initiatives in Clinical and Research Outreach,” sangat relevan dengan masalah kesehatan di Indonesia. Penyakit infeksi dan resistensi antimikroba adalah tantangan besar yang perlu segera ditangani. Bayu dan Anindita memutuskan untuk menggabungkan mikrobiologi klinis dan teknologi dalam riset mereka. Pendekatan ini bertujuan untuk menghasilkan solusi yang dapat diterapkan langsung di lapangan. Tantangan utama mereka adalah menyatukan tiga disiplin ilmu: mikrobiologi, klinis, dan teknologi. Namun, dengan kerja sama yang solid, mereka berhasil mengintegrasikan elemen-elemen ini dalam penelitian mereka.

Harapan dan Rencana Pengembangan Ke Depan

Bayu dan Anindita berharap karya mereka bisa memberikan dampak positif dalam pengelolaan penyakit infeksi dan resistensi antimikroba. “Kami ingin solusi kami tidak hanya diterima di dunia akademik, tetapi juga diterapkan di lapangan,” ujar Anindita. Mereka berencana untuk mempublikasikan riset mereka dan mengembangkan topik ini lebih lanjut. Selain itu, mereka berharap karya ini bisa menjadi referensi penting dalam riset mikrobiologi dan pencegahan penyakit infeksi di masa depan.

Memenangkan Juara 2 di HSF 2025 adalah pengalaman berharga bagi mereka. Selain prestasi, mereka mendapatkan kesempatan bertemu dengan peserta dari universitas lain dan berbagi pengetahuan. “Selain prestasi, kuliner khas Makassar juga menjadi kenangan tak terlupakan,” kata Bayu.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto