UNAIR NEWS – Tim Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, yang terdiri dari Garnis Latifah Hasturani, Catherine Canina Charunita, dan Achmad Syarifhidayatullah, meraih penghargaan Best Poster di ajang Symposium VENTILATE 2025. Mereka mengangkat isu penting mengenai multidrug resistance (MDR) pada pneumonia. Karya ini menarik perhatian berkat pendekatan desain yang unik dan penyampaian data yang efektif. Tim ini juga mendapat dukungan oleh dosen pembimbing mereka, dr Alfian Nur Rosyid SpP(K) FAPSR FCCP FISR. VENTILATE 2025 Merupakan ajang yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret pada Sabtu (29/11/2029).
Proses Penelitian dan Pemilihan Isu Medis
Tim ini memilih tema tentang multidrug resistance (MDR) pada pneumonia, yang merupakan isu penting dalam dunia medis. “Pneumonia adalah penyebab morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Dengan adanya peningkatan bakteri resisten obat, pneumonia menjadi tantangan besar dalam praktik klinis,” kata Garnis. Mereka menggali data resistensi yang berasal dari rumah sakit pendidikan besar, RSUA, dan menemukan bahwa 42,7% pasien pneumonia terinfeksi oleh patogen MDR.
Data yang mereka kumpulkan menunjukkan dominasi bakteri Gram-negatif seperti Acinetobacter spp., Klebsiella spp., dan ESBL E. coli, yang semuanya bersifat 100% MDR. Mereka juga menemukan bahwa laki-laki memiliki risiko MDR 2,6 kali lebih tinggi daripada perempuan. Temuan ini menekankan pentingnya memperhatikan pola resistensi lokal saat menentukan terapi yang tepat. Selain itu, hasil ini membuka peluang untuk pengembangan kebijakan pengobatan berbasis data lokal di masa depan, yang mereka harapkan dapat lebih efektif dalam menangani penyakit ini secara menyeluruh.
Keunikan Desain Poster dan Penyampaian Informasi
Apa yang membedakan poster mereka dari poster lainnya adalah penyederhanaan data yang kompleks. “Kami menggunakan heatmap, analisis korespondensi, dan infografik untuk menyampaikan data yang rumit dengan cara yang lebih mudah,” jelas Catherine. Mereka juga fokus pada orisinalitas data berbasis survei lokal. Data resistensi nasional untuk pneumonia masih terbatas, jadi survei lokal ini memiliki nilai penting yang jarang diangkat.
Menurut Achmad, kunci keberhasilan poster ini terletak pada cara mereka menyederhanakan data kompleks. “Kami ingin audiens bisa langsung memahami temuan utama yang kami sampaikan. Desain yang efektif dan informatif ini juga membantu menarik perhatian juri dan peserta lainnya,” tambahnya. Keberhasilan ini membuktikan pentingnya pengolahan data yang tepat dalam penelitian ilmiah dan bagaimana desain dapat membuat informasi lebih mudah diakses dan dimengerti oleh berbagai kalangan.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





