UNAIR NEWS – Guna memperkuat kolaborasi dan adaptivitas lintas unit kerja, Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Badan Perencanaan dan Penganggaran (BPP) menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan Unit Kerja di lingkungan UNAIR. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (10/12/2025) di Ruang Amerta Lantai 4, Kampus UNAIR.
Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin mengatakan pertemuan tersebut merupakan rapat konsolidasi strategis dalam menyelaraskan langkah, memperkuatkan komitmen dan menetapkan acuan kerja dalam 5 tahun ke depan.
Prof Madyan menekankan bahwa para ketua dan sekretaris Badan, Direktorat, Lembaga dan Pusat memiliki peran krusial sebagai motor penggerak utama implementasi kebijakan universitas. Efektivitas unit kerja, menurutnya, menjadi salah satu indikator keberhasilan institusi secara keseluruhan.
“Keberhasilan universitas salah satunya diukur dari seberapa efektif dan efisien unit kerja dalam bergerak dan berkontribusi,” tambahnya.
Penguatan Tata Kelola, Internasionalisasi, dan Integrasi Data
Agenda Rakor Pimpinan Unit Kerja 2025 mencakup berbagai aspek dalam pilar tata kelola Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), mulai dari perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja, penjaminan mutu, hingga pengawasan internal untuk memastikan prinsip Good University Governance berjalan optimal. Rektor juga menekankan pentingnya internasionalisasi dan digitalisasi data sebagai fokus strategis universitas.
“Setiap unit kerja harus memiliki target dan kontribusi nyata dalam upaya internasionalisasi. Kita harus segera mewujudkan ekosistem integrasi Data. Keputusan strategis tidak boleh lagi didasarkan pada asumsi, melainkan pada data yang akurat, terintegrasi, dan real-time,” ujarnya.
Ia meminta seluruh pimpinan unit memastikan data dari masing-masing unit tersinkronisasi dengan baik untuk mendukung analisis dan perencanaan yang presisi.

Mendorong Kolaborasi dan Kepemimpinan Adaptif
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menekankan pentingnya menghilangkan sekat antar-unit kerja. Visi universitas, lanjutnya, harus menjadi kompas utama yang melampaui kepentingan unit.
“Jadikan Rakor ini sebagai ajang untuk menghilangkan sekat-sekat unit dan memperkuat kolaborasi. Lima tahun ke depan akan penuh dengan disrupsi. Kita harus lincah, responsif, dan mampu merangkul seluruh potensi SDM di bawah koordinasi bapak-ibu sekalian,” tegasnya.
Rektor mengajak seluruh pimpinan unit kerja untuk mengubah pola pikir dari orientasi internal menjadi kontribusi kolektif terhadap capaian strategis universitas.
“Pertanyaannya bukan lagi Apa yang dapat saya lakukan untuk unit saya? Tetapi bagaimana unit saya dapat memaksimalkan kontribusi terhadap IKU-IKK-IKT dan reputasi global UNAIR,” ucapnya.
Harapannya, kegiatan tersebut menjadi fondasi kuat untuk memperkuat transformasi UNAIR menuju world-class entrepreneurial university. Tentunya dengan tata kelola yang unggul, kinerja terukur, dan kolaborasi yang semakin sinergis.
Sementara itu, Ketua BPP UNAIR, Prof. Dian Ekowati SE MSi MAppCom(OrgCh) Ph.D. berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi seluruh pimpinan unit kerja baru, sehingga dapat bekerja sama lintas sektoral dan tidak bekerja secara silo. “Bekerja secara lintas sektoral ini merupakan bentuk kolaborasi paling baik yang dapat mendukung pelaksanaan dan pencapaian target kementerian dan UNAIR sebagai bagian dari Global Academic Community, “ ungkapnya.
Penulis: Khefti Al Mawalia
Editor: Oemar Moechthar





