UNAIR NEWS – Rektor Universitas Airlangga (UNAIR) resmi melantik Direktur dan Wakil Direktur Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM), Rumah Sakit Hewan (RSH), serta Ketua dan Sekretaris Lembaga Penyakit Tropis (LPT) periode 2025–2030. Pelantikan itu berlangsung pada Jumat (12/12/2025) di Hall Lantai 1 Kampus MEER-C UNAIR.
Dalam sambutannya, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan momentum konsolidasi untuk memperkuat arah kebijakan kesehatan, riset, dan pengabdian UNAIR lima tahun mendatang.
Rektor menyampaikan selamat kepada para pemimpin baru empat pilar kesehatan UNAIR tersebut. Ia mengatakan bahwa amanah tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar dalam menjaga reputasi UNAIR sebagai institusi pendidikan kesehatan berkelas dunia.
“Tiga rumah sakit ini adalah rumah sakit pendidikan. Artinya, Bapak/Ibu sekalian merupakan simpul krusial dari Academic Health System (AHS) UNAIR yang berperan sebagai laboratorium pendidikan, basis riset translasional, dan pelayan masyarakat utama dengan tetap menjaga kualitas pelayanan yang optimal, merata, dan humanis, sesuai nilai Excellence with Morality,” ujar Rektor.
Selain rumah sakit pendidikan, Rektor juga menyoroti peran strategis Lembaga Penyakit Tropis (LPT) dalam memperkuat riset dan inovasi kesehatan berbasis laboratorium. Menurutnya, kontribusi LPT sangat penting dalam mendorong penelitian translasional, kolaborasi internasional, dan layanan diagnostik yang menjadi kekuatan khas UNAIR.
Rektor menegaskan bahwa RSUA, RSGM, RSH, dan LPT merupakan satu kesatuan ekosistem yang saling melengkapi dalam kerangka AHS UNAIR.

Dorong Kemandirian Finansial dan Sinergi Entrepreneurial
Sebagai perguruan tinggi yang bertransformasi menuju World-Class Entrepreneurial University, Rektor menyampaikan bahwa kemandirian finansial menjadi tantangan besar yang harus disikapi dengan strategi yang cerdas dan berintegritas.
“Rumah sakit pendidikan harus menjadi salah satu motor penggerak revenue generating UNAIR,” tegasnya. Ia mendorong pengembangan layanan unggul yang spesifik, kompetitif, dan berdaya saing global, agar rumah sakit UNAIR menjadi rujukan utama masyarakat.
Rektor juga menekankan pentingnya sinergi entrepreneurial, yakni integrasi layanan rumah sakit dengan produk inovasi dari fakultas. Baik farmasi, alat kesehatan, maupun teknologi diagnostik sehingga menciptakan value chain yang berkelanjutan.
Ia mengingatkan bahwa peningkatan pendapatan tidak boleh mengorbankan pelayanan dasar kepada masyarakat. “Keseimbangan antara profitabilitas dan pengabdian sosial adalah inti dari jiwa entrepreneurial yang berdampak,” ujarnya.
Pesan untuk Direktur dan Wakil Direktur Baru
Rektor mengimbau agar direktur dan wakil direktur yang baru dilantik mampu menjadi figur yang antisipatif, adaptif, inovatif, dan berintegritas. Ia berharap RSUA, RSGM, dan RSH dapat menjadi mercusuar layanan kesehatan yang tidak hanya menginspirasi, melainkan juga bermanfaat untuk masyarakat luas.
“Selamat menjalankan tugas dan amanah ini. Semoga Allah SWT melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua,” ujar Rektor.
Penulis: Khefti Al Mawalia





