UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) tak henti menunjukkan kiprahnya melalui torehan prestasi akademik. Kali ini, delegasi FK UNAIR berhasil merebut kembali gelar juara umum dalam ajang Indonesian Medical Olympiad (IMO) yang diselenggarakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI). Kompetisi itu berlangsung Kamis-Minggu (4-7/12/2025)di Universitas Hasanuddin, Makassar dan diikuti oleh delegasi mahasiswa kedokteran dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Delegasi FK UNAIR sukses memborong lima medali dari enam bidang yang dilombakan. Menghadirkan Anthony Camilo Lim dan Zaskia Nafisa Salma (Medali Emas – Cardiorespiratory), Axel Jostanto dan Michael Purnama (Medali Emas – Digestive), Nathaniel Suyanto dan Alexandrena Maive Putri Adya (Medali Emas – Neuropsychiatry), Kenichi Abrar Danuardi dan Allysa Aditya Apriliani Hadisutjipto (Medali Perak – Musculoskeletal), M. Nabiel Firdausi dan Annisa Vidya Asmara (Medali Perak – Infectious Diseases), serta Cleodylon Reinard Susanto dan Mayandra Alif Anggita (Semi finalis – Urology Reproduction).
Dari Persiapan Intensif dan Kesempatan Kedua
Zaskia Nafisa Salma mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari perjuangan panjang selama satu tahun terakhir.
“Kami merasa terhormat bisa berkompetisi dengan delegasi terbaik dari berbagai universitas di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Proses persiapan delegasi FK UNAIR telah dimulai sejak awal 2025. Setiap tim menjalani diskusi intensif bersama senior, dosen pembimbing, dan dokter yang ahli di bidangnya masing-masing. Selain itu, latihan OSCE, OSPE, dan pembahasan soal berlangsung secara rutin dengan intensitas yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing bidang.
Delegasi FK UNAIR tidak menghadapi hambatan teknis yang signifikan, meskipun harus mengikuti ujian susulan dengan ketentuan nilai maksimal dari ujian reguler. Di sisi lain, dinamika kompetisi menghadirkan peluang berharga bagi tim Infectious Diseases yang semula berada di peringkat sebelas.
“Kesempatan kedua akibat pengunduran diri salah satu tim berbuah menjadi juara kedua,” lanjutnya.
Sinergi Fakultas, Alumni, dan Delegasi Berbuah Prestasi
Anthony Camilo Lim menambahkan bahwa dukungan fakultas dan alumni memiliki peran besar dalam kesuksesan tim. Fakultas memberikan pendanaan penuh dan memfasilitasi bimbingan dosen melalui surat tugas resmi.
“Dengan persiapan panjang, tim lengkap di setiap cabang, dan dukungan penuh dari FK UNAIR dan senior, peluang kami untuk meraih juara umum menjadi lebih besar,” jelasnya.
Perjalanan delegasi FK UNAIR mencerminkan hasil dari persiapan yang matang serta dukungan lingkungan akademik yang kuat. Para delegasi memperoleh pembelajaran penting yang bersifat jangka panjang.
“Pembelajaran penting menurut saya adalah percaya diri, lakukan yang terbaik, dan fokus ke proses, bukan ke hasil. Keluarkan potensi diri maksimal yang kita miliki,” tuturnya.
Terakhir, Anthony berharap dapat memotivasi mahasiswa lain untuk berani mengikuti kompetisi akademik. “Ini adalah salah satu kompetisi prestisius. Selain mengasah kemampuan akademik dan pemikiran kritis, kompetisi ini membantu membiasakan diri dalam melakukan skill kedokteran, sarana pembelajaran berharga dalam pengembangan diri dan jejaring antar mahasiswa kedokteran di Indonesia,” pungkasnya.
Penulis: Bethari Sri Indrajayanti
Editor: Khefti Al Mawalia





