Universitas Airlangga Official Website

Karakterisasi botani, fitokimia, dan bioaktivitas Coleus scutellarioides

Daun Miana (Sumber: Alodokter)
Daun Miana (Sumber: Alodokter)

Tahukah kamu tanaman MIANA atau ILER??. Coleus scutellarioides, umumnya dikenal sebagai miana di Indonesia, merupakan tanaman hias serbaguna dengan sejarah panjang dalam penggunaan obat tradisional, terutama untuk mengobati peradangan dan gangguan metabolisme. Penulis yang berasal dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga bekerja sama denganUniversitas Surabaya dan Pusat Penelitian Vaksin dan Obat, Badan Riset dan Inovasi Nasional berfokus pada varietas ungu karena prevalensinya dalam pengobatan tradisional dan ciri khasnya, termasuk dedaunan ungu tua dengan tepi bergerigi. Karakterisasi komprehensif dilakukan, meliputi identifikasi botani, uji fisikokimia, dan analisis spektroskopi (TLC, ATR-FTIR) untuk mendukung standarisasinya sebagai bahan baku obat. Aktivitas biologis dinilai melalui uji antioksidan in vitro (DPPH, NO) dan penghambatan enzim (α-glukosidase, α-amilase, xantin oksidase). Analisis botani mengonfirmasi ciri morfologi dan mikroskopis yang berbeda, membantu identifikasi varietas. Evaluasi fisik menghasilkan nilai standarisasi yang dapat diterima: susut pengeringan (8,86% b/b), total abu (9,35% b/b), dan abu tak larut asam (2,57% b/b). Ekstrak kental menunjukkan kadar air 20,04% b/b, dengan kadar abu total dan tak larut asam masing-masing sebesar 5,44% b/b dan 3,72% b/b. Kromatografi lapis tipis dan analisis spektral mengonfirmasi keberadaan flavonoid dan asam fenolik, dengan kadar flavonoid total 0,59 mg QE/g (obat kasar, yaitu bahan tanaman yang dikeringkan sebelum ekstraksi) dan 1,64 mg QE/g (ekstrak pekat). Nilai ekstraktif menunjukkan bahwa konstituen yang larut dalam air mendominasi. Uji biologis menunjukkan aktivitas antioksidan yang signifikan (IC50 = 70,06 μg/mL), penghambatan α-glukosidase sedang (IC50 = 630 μg/mL), penghambatan xantin oksidase lemah (IC50 = 900 μg/mL), dan penghambatan oksida nitrat (IC50 = 2,52×103 μg/mL), tetapi tidak ada aktivitas penghambatan α-amilase. Temuan ini mendukung penggunaan tradisional C. scutellarioides dan memberikan bukti ilmiah atas potensinya sebagai obat alami untuk stres oksidatif dan gangguan metabolisme.

Penulis: Retno Widyowati

Untuk informasi yang lebih lengkap dapat dilihat pada artikel aslinya dengan judul: “Botanical, phytochemical, and bioactivity characterization of Coleus scutellarioides” pada BIODIVERSITAS 2025; 26(7):3623-3633 dengan tautan berikut ini: https://smujo.id/biodiv/article/view/21544