Universitas Airlangga Official Website

Riset Mnemonik, Mahasiswa UNAIR Perkuat Pemahaman Turunan Trigonometri Siswa SMA

Sesi diskusi kelompok dan pengarahan pembuatan Mnemonik
Sesi diskusi kelompok dan pengarahan pembuatan Mnemonik (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Rendahnya retensi konsep siswa terhadap materi turunan fungsi trigonometri masih menjadi tantangan utama dalam pembelajaran matematika di tingkat sekolah menengah. Kondisi tersebut mendorong Rivaldi Sihite, mahasiswa Program Studi Statistika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) untuk menggagas penerapan metode Mnemonik dalam kegiatan Asistensi Mengajar (AM) di SMAN 20 Surabaya sebagai strategi pembelajaran inovatif.

Kegiatan yang berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2025 ini tidak hanya berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat. Tetapi juga dirancang secara sistematis sebagai penelitian pendidikan. Program tersebut selaras dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan ke-4, yaitu pendidikan berkualitas dan inklusif.

Rivaldi menjelaskan bahwa metode Mnemonik ia pilih karena mampu mengaitkan konsep matematis yang bersifat abstrak. Dengan asosiasi bahasa, rima, dan visualisasi yang dekat dengan pengalaman belajar siswa. “Materi turunan trigonometri menuntut pemahaman keterkaitan antarrumus. Mnemonik membantu siswa membangun ingatan konseptual tanpa bergantung pada hafalan semata,” jelasnya.

Mahasiswa UNAIR, Rivaldi Sihite bersama Siswa SMAN 20 Surabaya saat Asistensi Mengajar
Mahasiswa UNAIR, Rivaldi Sihite bersama Siswa SMAN 20 Surabaya saat Asistensi Mengajar (Foto: Istimewa)

Penelitian Rivaldi terapkan pada siswa kelas XII IPA dengan desain kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kelas kontrol memperoleh pembelajaran melalui metode ceramah interaktif yang terpadu dengan sesi konsultasi. Sedangkan kelas eksperimen mendapatkan pembelajaran berbasis Mnemonik. Sebelum pembelajaran dimulai, siswa mengikuti Pre-Test untuk mengukur kemampuan awal. Setelah seluruh rangkaian pembelajaran selesai, siswa mengerjakan Post-Test sebagai evaluasi hasil belajar.

Analisis data menggunakan uji nonparametrik Mann-Whitney U menunjukkan perbedaan signifikan antara hasil belajar kedua kelas dengan p-value sebesar 0,004 (< 0,05). Nilai rata-rata Post-Test kelas eksperimen mencapai 78. Angka tersebut meningkat sebesar 10,49% daripada nilai awal, serta lebih tinggi daripada kelas kontrol. Hasil tersebut membuktikan bahwa penerapan metode Mnemonik efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep turunan trigonometri.

Pada proses pembelajaran, siswa menghasilkan beragam bentuk Mnemonik, mulai dari rima fonetik, frasa kreatif, hingga pola visual yang mengintegrasikan simbol dan bahasa matematis. Kegiatan presentasi antarkelompok dan penilaian sejawat turut mendorong keterlibatan aktif siswa serta meningkatkan rasa percaya diri dalam mempelajari matematika.

Rivaldi menuturkan bahwa kegiatan asistensi mengajar memberikan pembelajaran reflektif bagi mahasiswa. “Melalui kegiatan asistensi mengajar, mahasiswa memahami bahwa keberhasilan pembelajaran berakar pada kemampuan guru untuk menciptakan suasana belajar yang komunikatif serta menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam proses memahami konsep,” ungkapnya.

Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Mohammad Rofiq SPd MPd selaku guru mata pelajaran Matematika SMAN 20 Surabaya, serta Dosen Pembimbing Program Studi Statistika FST UNAIR, Dr M Fariz Fadillah Mardianto SSi MSi. Kolaborasi ini memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam mengembangkan pembelajaran berbasis bukti ilmiah. Inovasi Mnemonik yang dikembangkan diharapkan dapat direplikasi sebagai praktik baik pembelajaran matematika untuk menjawab tantangan pendidikan di era Society 5.0.

Editor: Yulia Rohmawati