UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi melalui inovasi berbasis teknologi digital. Tim lintas fakultas dengan Imamul Azis, mahasiswa Farmasi, berhasil meraih Juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah oleh Pemerintah Kota Surabaya. Mengusung karya inovasi berjudul “DrivetyGuard: Aplikasi Mitigasi dan Manajemen Keselamatan Berkendara Terintegrasi Artificial Intelligence secara Real-Time”, tim ini menawarkan solusi preventif atas tingginya angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di wilayah perkotaan. Kompetisi tersebut berlangsung pada Mei hingga Desember 2025 dan puncaknya terselenggara pada Rabu (17/12/2025) di Balai Pemuda Kota Surabaya.
Keselamatan Berkendara sebagai Isu Kritis Perkotaan
Salah satu anggota tim, Safina Natasya Ul Aulia, menjelaskan bahwa gagasan DrivetyGuard lahir dari realita di lapangan. Ia menyoroti masih tingginya kecelakaan lalu lintas di Surabaya, terutama yang melibatkan pekerja saat berangkat dan pulang kerja. Menurutnya, kondisi kelelahan, kurangnya kebugaran, serta kelalaian penggunaan alat pelindung diri (APD) kerap dianggap sepele, padahal menjadi faktor utama kecelakaan.

Safina menegaskan bahwa sebagai kota dengan predikat smart city, Surabaya masih memiliki celah besar pada aspek keselamatan berkendara yang bersifat pencegahan. Oleh karena itu, DrivetyGuard mereka rancang sebagai sistem yang tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dalam meminimalkan risiko kecelakaan. “Kami ingin menghadirkan solusi yang benar-benar membantu pengendara sebelum risiko itu terjadi,” ujar Safina.
Aplikasi ini memanfaatkan artificial intelligence (AI) sebagai sistem pengawas otomatis. Teknologi tersebut memungkinkan pendeteksian kelengkapan APD melalui kamera ponsel tanpa pengecekan manual. Sehingga standar keselamatan dapat dipastikan sebelum pengguna memulai perjalanan.
Inovasi Terintegrasi dalam Mitigasi Bencana Non-Alam
Berbeda dengan aplikasi navigasi konvensional, DrivetyGuard menawarkan pendekatan manajemen keselamatan yang menyeluruh. Pengguna wajib melakukan pengecekan APD, kondisi kesehatan, dan tingkat kelelahan sebelum berkendara. Selama perjalanan, sistem memantau lokasi, rute, dan kecepatan melalui GPS untuk mendeteksi potensi risiko secara real-time.
Safina menjelaskan bahwa kecelakaan lalu lintas termasuk bencana non-alam yang memerlukan sistem mitigasi serius. Melalui fitur emergency, pengguna dapat langsung melaporkan kondisi darurat, dan data lokasi akan terhubung dengan instansi terkait guna mempercepat penanganan. “Respons cepat adalah kunci dalam menekan dampak kecelakaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, DrivetyGuard memiliki potensi besar untuk terintegrasi dalam sistem transportasi perkotaan berbasis smart city. Data yang dihasilkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan berbasis bukti oleh pemerintah daerah. Meski demikian, Safina mengakui bahwa tantangan terbesar terletak pada perubahan perilaku masyarakat dan keterbatasan akses internet di beberapa wilayah.
Ke depan, tim DrivetyGuard membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah, sektor industri, dan perusahaan transportasi. Pengembangan lanjutan juga diarahkan pada peningkatan fitur, integrasi data lintas sektor, serta perluasan jangkauan wilayah agar manfaat aplikasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Penulis: Muhammad Afriza Atarizki
Editor: Yulia Rohmawati





