Universitas Airlangga Official Website

FIKKIA UNAIR Jalani Asesmen LAM-PTKes untuk Pendidikan Profesi Dokter

Foto bersama tim asesor LAM-PTKes, pimpinan FIKKIA dan UNAIR, Wakil Bupati Banyuwangi, serta para pemangku kepentingan dalam pembukaan asesmen lapangan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter FIKKIA UNAIR di Aula Kampus Mojo, Banyuwangi. (Foto : UKIP FIKKIA)
Foto bersama tim asesor LAM-PTKes, pimpinan FIKKIA dan UNAIR, Wakil Bupati Banyuwangi, serta para pemangku kepentingan dalam pembukaan asesmen lapangan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter FIKKIA UNAIR di Aula Kampus Mojo, Banyuwangi. (Foto : UKIP FIKKIA)

UNAIR NEWS – Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (UNAIR) menjalani asesmen lapangan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes). Asesmen tersebut berlangsung selama empat hari, mulai Senin (29/12/2025) di Kampus Mojo, Giri, Sobo, dengan sejumlah mitra yang akan menjadi wahana pembelajaran pendidikan dokter di Banyuwangi.

Tim asesor yang bertugas terdiri atas Prof Dr dr Eryati Darwin, PA(K) dari Universitas Andalas, Dr dr Felicia Kurniawan, M Kes dari Unika Atma Jaya, dr. Bermansyah, Sp.B(K)FCSI  SpBTKV(K)VE dari Universitas Sriwijaya, serta dr Irwin Aras M Epid M.Med.Ed dari Universitas Hasanuddin. Para asesor melakukan peninjauan secara langsung terhadap kesiapan FIKKIA dalam menyelenggarakan pendidikan profesi dokter sesuai dengan standar nasional pendidikan kedokteran.

Dekan FIKKIA UNAIR, Dr. Rahadian Indarto Susilo dr SpBS(K), menyambut kedatangan tim asesor dan menegaskan pentingnya asesmen bagi pengembangan fakultas. “Kami menyambut baik kehadiran tim asesor LAM-PTKes. Asesmen lapangan ini menjadi momentum penting bagi FIKKIA untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan pendidikan profesi dokter di Banyuwangi berjalan sesuai standar yang ditetapkan Universitas Airlangga dan regulasi nasional,” ujarnya.

Dukungan terhadap pelaksanaan asesmen juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Kedokteran UNAIR, Prof. Dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, dr  SpOG Subsp Urogin-RE. Ia menjelaskan bahwa persiapan pendirian Program Studi Kedokteran di Kampus Banyuwangi telah dirintis sejak 2020. 

“Persiapan pendirian prodi ini telah kami lakukan secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa program studi ini berdiri dengan fondasi yang kuat dan mampu menjawab kebutuhan tenaga dokter, khususnya di daerah,” ungkapnya.

Selama tiga semester terakhir, tim micro teaching FK UNAIR Surabaya turut melakukan pendampingan akademik. Pendampingan tersebut bertujuan untuk memastikan kualitas pendidikan dokter di Banyuwangi setara dengan yang ada di Surabaya, mengingat keduanya berada dalam satu naungan UNAIR.

Apresiasi Keberdampakan Nyata FIKKIA UNAIR

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengapresiasi kontribusi FIKKIA UNAIR yang telah dirasakan masyarakat. “Kehadiran FIKKIA UNAIR di Banyuwangi memberikan dampak nyata, mulai dari penanganan Covid-19, stunting, pemenuhan gizi, hingga pengabdian masyarakat yang menjangkau wilayah pelosok,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan asesor LAM-PTKes, dr. Bermansyah, SpB(K)FCSI SpBTKV(K)VE, menilai sinergi antar pemangku kepentingan sebagai indikator kesiapan institusi. “Akreditasi saat ini tidak hanya menilai kelengkapan instrumen secara administratif, tetapi juga aspek kualitatif melalui penelusuran kesiapan institusi, mahasiswa, serta wahana praktik pendidikan dokter ke depan,” pungkasnya.

Penulis : Dheva Yudistira Maulana

Editor : Khefti Al Mawalia