UNAIR NEWS – Suasana meriah dan penuh antusias mewarnai pelaksanaan Sunrise of Java Festival (SOJF) 2025 yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-11 Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga. Festival musik pelajar dan mahasiswa ini berlangsung pada senin (29/12/2025) di Banyuwangi Park.
SOJF 2025 menjadi wadah hiburan, kreativitas, sekaligus ajang silaturahmi antara civitas akademika, alumni, dan masyarakat Banyuwangi. Nama Sunrise of Java dipilih karena Banyuwangi dikenal sebagai wilayah pertama di Pulau Jawa yang menyambut terbitnya matahari. Filosofi tersebut melambangkan optimisme, harapan baru, dan semangat FIKKIA dalam terus berkontribusi pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Makna SOJF 2025
Pembukaan Sunrise of Java Festival (SOJF) 2025 ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Dekan I FIKKIA UNAIR, dr Ivan Rahmatullah, MPH Ph D, bersama Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIKKIA, Reza Adrio Fahrezi (KH 22), serta Ketua Pelaksana SOJF 2025, Muhammad Althoffaroz Bahrain (KU 24).
Dalam sambutannya, dr. Ivan Rahmatullah menyampaikan bahwa SOJF 2025 merupakan wujud kreativitas dan kapasitas mahasiswa FIKKIA dalam menghadirkan kegiatan yang inklusif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan itu tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni dan budaya, tetapi juga sarana pembelajaran kepemimpinan, kolaborasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Sunrise of Java Festival menjadi bukti bahwa mahasiswa FIKKIA mampu menghadirkan karya yang kreatif, inklusif, dan berdampak,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana SOJF 2025, Muhammad Althoffaroz Bahrain, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, sponsor, pendukung, serta masyarakat Banyuwangi yang telah hadir dan meramaikan SOJF 2025. Besar harapan kami agar SOJF dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya dengan konsep yang lebih baik dan skala yang lebih besar,” ungkapnya.
Simbol Optimisme dan Panggung Kreativitas Pelajar
Rangkaian acara dimeriahkan oleh penampilan Armadilo Band, D’Bulls Band, dan Amnion Band yang berhasil membangkitkan semangat penonton. Selain itu, SOJF 2025 juga menggelar lomba Solo Vocal bagi pelajar usia 13–18 tahun se-Banyuwangi yang diikuti oleh 20 peserta dari jenjang SMP dan SMA.
Kompetisi tersebut dimenangkan oleh Wanda dari SMAN 1 Banyuwangi sebagai Juara 1, disusul Catherine Grace dari SMPN 1 Banyuwangi (Juara 2) dan Sakina Juniarahma dari SMAN 1 Giri (Juara 3). Juara pertama berkesempatan tampil pada malam puncak SOJF 2025.
Kreativitas mahasiswa FIKKIA turut menyemarakkan acara melalui penampilan paduan suara Prodi Kedokteran Umum, band dari Prodi Kedokteran Hewan dan Akuakultur, serta duet vokal dari Prodi Kesehatan Masyarakat.
Puncak acara ditutup dengan penampilan EASTLANECOLLECTIVE sebagai guest star yang menghadirkan aksi panggung enerjik dan spektakuler. Melalui SOJF 2025, FIKKIA UNAIR menegaskan komitmennya untuk terus berkembang dan memberi dampak positif bagi masyarakat, sejalan dengan semangat terbitnya matahari dari timur.
“Kami berharap Sunrise of Java Festival dapat terus berlanjut sebagai agenda tahunan dan memberikan manfaat yang semakin luas, tidak hanya bagi civitas akademika, tetapi juga masyarakat Banyuwangi secara keseluruhan,” harap Faroz.
Penulis : Dheva Yudistira Maulana
Editor : Khefti Al Mawalia





