UNAIR NEWS – Respons cepat dilakukan Universitas Airlangga (UNAIR) dengan menerjunkan Tim 2 Kesehatan ke Aceh sebagai wilayah terdampak bencana. Tim UNAIR tersebut turun langsung ke lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan sekaligus bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak di sana. Kehadiran tim ini diharapkan dapat mendukung penanganan darurat di tengah keterbatasan fasilitas pascabencana.
Tim Turun Lokasi
Di bawah komando Lettu Laut (K) dr Sholefudin, Tim 2 Kesehatan UNAIR bergerak secara terkoordinasi sejak tiba di lokasi bencana. Tim memfokuskan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak tanpa membedakan usia maupun latar belakang. Koordinasi dengan pihak setempat turut berlangsung untuk memastikan pelayanan berjalan efektif dan efisien. Langkah ini guna mempercepat proses penanganan kesehatan di wilayah terdampak.
Para tenaga kesehatan memberikan pemeriksaan medis dan pengobatan sesuai kebutuhan warga di lapangan. Penanganan berfokus pada keluhan kesehatan yang muncul akibat dampak bencana. Layanan tersebut berlangsung secara bertahap menyesuaikan kondisi dan situasi di lokasi. Kegiatan pelayanan berlangsung secara terjadwal untuk menjangkau warga di beberapa titik terdampak.
Layanan di Tengah Keterbatasan
Selama bertugas, Tim 2 Kesehatan UNAIR menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari sarana hingga kondisi medan yang tidak mudah. Namun, tim tetap menjalankan pelayanan kesehatan secara optimal. Setiap anggota tim berupaya seoptimal mungkin untuk memastikan warga tetap memperoleh penanganan medis yang mereka butuhkan.
Selain tindakan medis, tim tenaga kesehatan juga mendampingi warga selama proses pelayanan. Tim medis menerapkan komunikasi secara langsung untuk membantu warga merasa lebih tenang saat menerima penanganan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari pelayanan kesehatan yang menyeluruh.
Salurkan Bantuan Sembako
Tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, Tim 2 Kesehatan UNAIR juga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak bencana. Pemberian bantuan tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat. Pelaksanaan penyaluran langsung di lokasi terdampak.
Distribusi sembako berlangsung secara tertib dan menyasar warga yang membutuhkan. Proses pembagian disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar bantuan dapat diterima secara merata. Bantuan ini diharapkan mampu membantu meringankan beban masyarakat dalam situasi darurat.
Kehadiran Tim 2 Kesehatan UNAIR di Aceh menegaskan peran aktif perguruan tinggi dalam upaya kemanusiaan di tengah bencana. Melalui pelayanan kesehatan dan penyaluran bantuan, UNAIR berkontribusi dalam mendukung penanganan serta pemulihan masyarakat terdampak. Upaya tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab sosial UNAIR dalam merespons kebutuhan masyarakat.
Penulis: Era Fazira
Editor: Ragil Kukuh Imanto





