UNAIR NEWS – Tim Owen Hood Philips berhasil meraih Juara 1 Kompetisi Esai Hukum Airlangga Internal Legal Competition 2025. Tim ini terdiri dari Kayla Najmina Syamila, Widya Elora Indriani, dan Sera Amalia Rasyida, mahasiswa angkatan 2025 Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Melalui esai hukum yang kritis, mereka menyoroti isu transfer data pribadi masyarakat Indonesia ke Amerika Serikat serta pertanggungjawaban konstitusional negara dalam menjamin hak privasi warga negara.
Tim ini terbentuk secara tidak terduga. Ketiganya memiliki minat yang sama untuk mengikuti kompetisi, namun belum memiliki tim lengkap. Pertemuan mereka bermula dari sebuah unggahan di platform X yang kemudian mempertemukan Kayla, Widya, dan Sera hingga akhirnya berkolaborasi dan meraih prestasi bersama.
Isu Transfer Data Pribadi dan Relevansi Global
Dalam esainya, Tim Owen Hood Philips mengangkat isu pertanggungjawaban konstitusional negara atas praktik transfer data pribadi lintas negara. Judul esai mereka adalah “Reformasi Kebijakan Perlindungan Data Pribadi dalam Menjawab Tantangan Kekaburan Hukum Nasional.” Tema ini mereka pilih karena pesatnya perkembangan digitalisasi yang membuat transfer data lintas batas tidak terhindarkan dan berpotensi mengancam hak privasi warga negara.
Isu tersebut relevan dengan perkembangan hukum nasional dan global, khususnya karena belum jelasnya standar regulasi Indonesia terkait negara penerima data serta belum optimalnya peran Otoritas Perlindungan Data Pribadi. Praktik transfer data yang minim transparansi juga menunjukkan dominasi kepentingan ekonomi yang berpotensi mendegradasi hak konstitusional warga negara.
Metodologi, Tantangan, dan Harapan ke Depan
Dalam mengembangkan argumen, tim menyusun analisis dari umum ke khusus dengan memaparkan kronologi transfer data ke Amerika Serikat. Kemudian mereka melakukan analisis doktrinal terhadap UUD 1945 dan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Metode penelitian yang mereka gunakan adalah yuridis normatif dengan asas informational self-determination dan kedaulatan data sebagai pisau analisis. Kemudian melalui studi komparasi dengan regulasi internasional seperti General Data Protection Regulation.
Tantangan utama yang tim hadapi terletak pada keterbatasan waktu serta penyelarasan aspek teknologis, lintas negara, dan landasan hukum nasional yang menuntut ketelitian tinggi dalam memvalidasi sumber. Selama proses penulisan, tim mendapat pendampingan dari kakak tingkat MYMA, Masyarakat Yuris Muda Airlangga, yakni Natalia Putri. Selain itu, terdapat masukan dari Muhammad Irfan Permana, Nadirah Dinta, dan William Widjaya. Keberhasilan meraih Juara 1 menjadi pengalaman berharga bagi ketiganya dan dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk berani keluar dari zona nyaman.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





