Universitas Airlangga Official Website

Babak Baru BEM FKM UNAIR, Kabinet Sahita Karsa Dorong Semangat Kolaboratif

Presiden BEM FKM UNAIR periode 2026 Epiphanes Janastha Sinsu (kanan) bersama Wakil Presiden Muhammad Aiman Dhiaulhaq (kiri). (Foto: Istimewa)
Presiden BEM FKM UNAIR periode 2026 Epiphanes Janastha Sinsu (kanan) bersama Wakil Presiden Muhammad Aiman Dhiaulhaq (kiri). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (BEM FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) resmi memulai kepengurusan baru dengan mengusung Kabinet Sahita Karsa. Kepemimpinan ini dikomandoi oleh Presiden BEM FKM terpilih periode 2026 yakni Epiphanes Janastha Sinsu bersama Wakil Presiden Muhammad Aiman Dhiaulhaq. 

Usung Kepemimpinan Transformatif

Dalam arah kepemimpinannya, Fanes, sapaan akrab Presiden BEM FKM itu, menegaskan bahwa kabinet Sahita Karsa berdiri dengan tiga fondasi utama, yakni komunikasi, kolaborasi, dan keberdampakan. Ketiga elemen tersebut menjadi landasan BEM FKM dalam menciptakan karya yang memberi kontribusi nyata.

“Tanpa adanya komunikasi yang lancar, rasa saling memiliki, dan kolaborasi antarcivitas akademika, tidak akan tercipta karya yang memberikan keberdampakan,” ujar Fanes. 

Prinsip tersebut kemudian ia rangkum dalam slogan “Dari karsa tumbuh asa, dari asa tercipta karya” sebagai arah gerak kabinetnya. Lebih lanjut, demi mewujudkan visi dan misi kabinet, Fanes bersama Dhio membawa gaya kepemimpinan transformatif. Menurut Fanes, kepemimpinan ini relevan dengan karakter generasi muda yang tidak hanya membutuhkan ketegasan, tetapi juga ruang kenyamanan dan kekeluargaan.

Perkuat Kerja Sama Seluruh Pihak

Dhio sebagai Wakil Presiden juga menuturkan, setiap langkah, ide, dan keputusan lahir dari semangat kebersamaan seluruh anggota kabinet. Adapun dalam membangun kerja sama yang solid, BEM FKM akan mempersatukan seluruh elemen melalui pembagian waktu formal dan nonformal. 

“Langkah ini harapannya mampu menumbuhkan rasa saling memiliki dan memperkuat kerja sama yang berdampak,” sambung Dhio. 

Sementara itu, dalam menjalin hubungan dengan mahasiswa, dosen, hingga pihak fakultas, BEM FKM menghadirkan sejumlah strategi, seperti program Bridging melalui rapat rutin dengan dekanat, Sinergi Pilar sebagai koordinasi antara legislatif dan himpunan, serta forum komunikasi melalui koordinator tingkat (komting). Selain itu, koordinasi lintas organisasi mahasiswa juga diperkuat melalui grup komunikasi bersama.

Ke depan, BEM FKM UNAIR berkomitmen untuk menghadirkan program kerja yang tidak hanya berdampak bagi internal fakultas, tetapi juga menyentuh masyarakat luas. Hal tersebut sejalan pula dengan peran FKM UNAIR yang terjun langsung dalam memahami dan memberikan solusi atas persoalan kesehatan di masyarakat.

“Kami berharap BEM FKM dapat menjadi keluarga bagi pengurusnya sekaligus wadah aspirasi mahasiswa. Lebih dari itu, kami ingin menghadirkan kontribusi bagi fakultas dan masyarakat,” tutup Fanes dan Dhio penuh optimis. 

Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah

Editor: Ragil Kukuh Imanto