UNAIR NEWS – Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga berhasil meraih Juara 2 kategori Literature Review dalam ajang Sriwijaya Dentistry Creative Olympiad Fair 2025. Tim tersebut diketuai oleh Julindo Hartama Purba. Prestasi ini mereka raih melalui kajian ilmiah mengenai etika penggunaan Artificial Intelligence dalam prosedur bedah plastik dan rekonstruksi maksilofasial.
Tim terbentuk dari ajakan satu sama lain untuk mengikuti kompetisi literature review kedokteran gigi di luar Pulau Jawa. Mereka sepakat memilih topik tersebut karena Artificial Intelligence merupakan teknologi yang berkembang pesat di bidang medis, namun penerapannya masih memerlukan kajian etika yang matang, khususnya dalam prosedur bedah yang berdampak langsung pada pasien.
Etika Artificial Intelligence dalam Perkembangan Bedah Medis
Ketertarikan tim terhadap topik ini berangkat dari meningkatnya penggunaan Artificial Intelligence dalam praktik medis. Teknologi ini menawarkan akurasi tinggi dan membantu tenaga medis dalam pengambilan keputusan klinis, namun harus tetap menjunjung prinsip etika kedokteran seperti justice, autonomy, non-maleficence, dan beneficence agar aman dan adil bagi pasien.
Dalam bidang bedah plastik dan rekonstruksi maksilofasial, Artificial Intelligence dinilai relevan. AI berkaitan erat dengan visualisasi, perencanaan tindakan, serta prediksi hasil operasi. Oleh karena itu, etika dipandang sebagai fondasi utama sebelum teknologi ini diterapkan secara luas.
Metodologi, Temuan, dan Harapan ke Depan
Dalam penyusunan literature review, tim menggunakan pendekatan systematic literature review melalui basis data ScienceDirect dan PubMed dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Artikel yang dikaji dibatasi pada publikasi lima tahun terakhir dengan kata kunci terkait Artificial Intelligence, bedah plastik, rekonstruksi, maksilofasial, dan etika. Dari lebih dari seratus publikasi awal, hanya lima studi yang paling relevan.
Hasil kajian menunjukkan bahwa Artificial Intelligence berpotensi meningkatkan akurasi diagnosis dan perencanaan operasi, namun tetap memerlukan pengawasan tenaga medis. Isu utama yang meretka temukan meliputi perlindungan privasi data pasien serta perdebatan mengenai pengaruh algoritma terhadap keputusan klinis.
Selama proses penelitian, tim mendapatkan bimbingan dari dosen pembimbing Dr R Aries Muharram drg MKes SpBMM SubspCOM (K). Keberhasilan meraih Juara 2 menjadi pengalaman berharga yang menegaskan pentingnya komunikasi dan kerja sama tim. Mereka berharap kajian etika penggunaan Artificial Intelligence di bidang medis dapat terus berkembang agar penerapannya semakin bertanggung jawab.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





