Universitas Airlangga Official Website

Peringati Isra’ Mi’raj, Rektor Ajak Civitas Beragama dengan Bahagia

Seorang laki-laki berpakaian putih dan mengenakan peci hitam berdiri membawa mikrofon, sedang memberikan sambutan kepada para peserta dalam kegiatan Ngaji Bareng KH Anwar Zahid
Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin saat memberikan sambutan dalam kegiatan Ngaji Bareng KH Anwar Zahid, Jumat (16/1/2026) (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS – Suasana Masjid Nuruzzaman Universitas Airlangga (UNAIR), Kampus Dharmawangsa B, Jumat sore (16/1/2026) terasa berbeda. Lantai 3 masjid dipenuhi civitas academica UNAIR dan masyarakat umum yang datang bukan untuk mengikuti kuliah akademik seperti biasanya, melainkan untuk menikmati Ngaji Bareng KH Anwar Zahid dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Dalam sambutannya, Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin menyampaikan rasa syukur atas kehadiran KH Anwar Zahid di UNAIR. Ia menyebut kehadiran dai kondang asal Bojonegoro itu sebagai obat penyejuk bagi insan akademik yang sehari-hari bergelut dengan rutinitas serius.

“Biasanya di kampus ini kita mendengarkan kuliah ilmiah yang serius. Tapi sore ini kita akan mendengarkan kuliah kehidupan,” ujar Prof Madyan. Menurutnya, agama tidak seharusnya disampaikan dengan wajah tegang, melainkan dengan cara yang menenangkan dan membahagiakan. “Beragama itu harus bahagia, tidak harus spaneng, tapi tetap pada koridor syariat,” tegasnya.

Suasana kegiatan Ngaji Bareng KH Anwar Zahid di Masjid Nuruzzaman, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR, Jumat (16/1/2026) (Foto: Humas UNAIR)

Ia juga menekankan bahwa beragama seharusnya membawa kebahagiaan tanpa meninggalkan koridor syariat. Menurutnya, kehadiran KH Anwar Zahid menjadi sarana recharging spiritual dan healing ruhani bagi civitas yang hadir. “Beragama itu harus membahagiakan, tidak harus spaneng, tapi tetap lurus,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prof Madyan mengaitkan peristiwa Isra’ Mi’raj dengan konteks akademik. Ia menyampaikan bahwa perjalanan Rasulullah SAW melampaui logika manusia, sehingga menjadi pengingat bahwa di atas kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi, terdapat kekuasaan Allah SWT. “Kita harus menjadi insan yang hebat di bidang masing-masing, namun tetap tunduk dan taat kepada Allah Sang Maha Pencipta,” katanya.

Peringatan Isra’ Mi’raj juga disebut sebagai momentum untuk meneguhkan kembali pentingnya shalat sebagai fondasi kedisiplinan. “Shalat mengajarkan manajemen waktu terbaik. Jika ini diterapkan dalam etos kerja dan belajar, saya yakin UNAIR tidak hanya unggul secara peringkat, tapi juga berkah secara manfaat,” tambahnya.

Sementara itu, kehadiran KH Anwar Zahid sukses mencairkan suasana. Dengan gaya khas yang humoris namun sarat makna, ia mampu menyampaikan pesan agama yang mendalam dan membumi. Prof Madyan pun berpesan, “Jangan hanya membawa pulang lucunya, tapi bawa pulang hikmahnya. Jangan hanya tertawa karena sindirannya, tapi berubahlah karena kebenarannya.”

Menambah kebahagiaan acara, UNAIR juga mengadakan undian umroh gratis bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat umum. Salah satu peserta asal Gubeng Jaya, Surabaya, mengaku terharu saat nomornya terpilih. “Saya belum pernah umroh. Alhamdulillah nomor saya terpilih. Terima kasih kepada Pak Rektor, para Wakil Rektor, Ketua DKM Masjid Nuruzzaman, dan Universitas Airlangga,” ungkapnya penuh syukur.

Penulis: Panca Ezza Aisal Saputra

Editor: Yulia Rohmawati