UNAIR NEWS – Berkarier di perusahaan jasa profesional “Big Four” dunia seperti Deloitte merupakan impian bagi banyak lulusan baru. Namun, bagi Syahrul Bahar, alumni program studi Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR), hal tersebut bukan sekadar mimpi. Melainkan hasil dari kesiapan kompetensi dan kemauan untuk terus mengeksplorasi diri. Kini, ia sukses menempati posisi strategis sebagai AI & Data Consultant.
Dari Kemandirian Belajar hingga Beri Dampak di Sektor Global
Perjalanan kariernya tidaklah instan. Sejak lulus pada 2016, ia menyadari adanya celah antara materi perkuliahan dengan hard skill yang dibutuhkan industri data saat ini. Untuk menjembataninya, ia mengambil langkah mandiri dengan mendalami data sains melalui kelas online sembari mengawali karier sebagai dosen. Meski saat kuliah tidak fokus sepenuhnya pada data, Syahrul merasa FST UNAIR telah memberikan bekal softskill yang kuat untuk terus berkembang.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil saat ia mendapat tawaran bergabung dengan Deloitte melalui LinkedIn. Kini, sebagai konsultan di perusahaan global, Syahrul memberikan dampak nyata dengan membantu sektor perbankan memanfaatkan teknologi AI untuk mempersonalisasi promosi produk. Tidak hanya di sektor swasta, ia juga terlibat dalam proyek strategis pemerintah terkait tata kelola data. “Output kami harus jelas. Kami membantu perusahaan dan instansi menciptakan inovasi serta aturan main terkait data yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Kunci Bertahan di Industri Konsultansi Dunia
Bekerja di lingkungan perusahaan multinasional menuntut lebih dari sekadar kemampuan teknis. Syahrul menekankan bahwa di Deloitte, kemampuan stakeholder management dan komunikasi menjadi kunci utama. Sebagai konsultan, ia harus memastikan setiap rekomendasi yang ia berikan berdasarkan pada riset mendalam. “Selain hardskill dalam problem solving, kemampuan mengelola hubungan dengan klien sangat penting. Kita harus aware dengan kualitas data sebelum memberikan solusi inovatif,” tambahnya.
Syahrul memberikan pesan krusial bagi mahasiswa FST UNAIR yang ingin meniti karier di kancah global agar tidak hanya terpaku pada organisasi, tetapi mulai membangun relasi melalui magang yang terarah. Namun, poin utama yang ia tekankan adalah mentalitas pembelajar. Ia percaya investasi terbesar menuju kesuksesan adalah kesadaran untuk tidak cepat berpuas diri. “Kita harus aware bahwa kita masih perlu belajar lebih banyak lagi dan lagi. Karena perkembangan teknologi bergerak sangat cepat, terus mengasah diri adalah investasi terbaik untuk masa depan,” pungkasnya.
Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra
Editor: Yulia Rohmawati





