UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengukuhkan lima guru besar baru. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (22/1/2026), di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Kampus MERR-C UNAIR. Pengukuhan kali ini bertajuk pemanfaatan ilmu pengetahuan dan inovasi medis serta fisiologis. Dengan fokus penelitian utama berupa pencegahan penyakit, perbaikan fungsi tubuh, dan peningkatan kualitas hidup manusia.
Dalam prosesi pengukuhan tersebut, para guru besar baru menyampaikan orasi-orasi ilmiah yang menegaskan peran UNAIR sebagai institusi unggul. Yang tidak hanya memprioritaskan pendidikan, tetapi juga penelitian dan pengabdian masyarakat.
Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin dalam sambutannya menuturkan bahwa UNAIR terus menghadirkan penelitian berbasis bukti dan inovasi yang berdampak nyata. Utamanya bagi kehidupan masyarakat.

“Dari upaya mendeteksi dan menangani penyakit langka pada bayi, memahami gaya hidup dan pencegahan penyakit metabolik, mengembangkan vaksin lokal untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, hingga inovasi rekayasa jaringan saraf untuk pemulihan fungsi tubuh,” ujarnya.
Guru Besar sebagai Simbol Kompetensi
Tidak berhenti di situ, Prof Madyan turut mengingatkan komitmen UNAIR dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang berkontribusi nyata bagi bangsa. Ia berpesan bahwa jabatan guru besar bukan hanya pencapaian individu, tetapi juga simbol pengakuan terhadap kompetensi akademik dan tanggung jawab untuk terus berkarya.
“Kepada para Profesor, baik yang baru saja dikukuhkan maupun yang telah lebih dulu mengabdi, perlu saya sampaikan bahwa selaras dengan Permendiktisaintek Nomor 52 tahun 2025, jenjang akademik ini menuntut untuk meningkatkan kompetensi Tridharma Perguruan Tinggi. Sehingga indikator kinerja (BKD) dosen bisa terpenuhi,” jelas Prof Madyan.
Ia menutup sambutannya dengan mengahaturkan apresiasi serta harapan bagi para guru besar baru. “Saya haturkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya pada para guru besar baru. Semoga dedikasi dan karya nyata Saudara menjadi maslahat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” pungkasnya.
Adapun dosen yang meraih gelar profesor hari ini antara lain adalah:
- Prof Dr Bagus Setyoboedi dr SpA Subsp GH Bidang Ilmu Penyakit Liver dan Saluran Bilier
- Prof Dr Lilik Herawati dr MKes Bidang Ilmu Fisiologi Lifestyle
- Prof Dr Purwo Sri Rejeki dr MKes Bidang Ilmu Fisiologi Metabolisme dan Aging
- Prof Dr Dominicus Husada dr DTM&H MCTM(TP) SpA Subs IPT CTH® Bidang Ilmu Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I)
- Prof Dr Heri Suroto dr SpOT Subsp TLBM MARS Bidang Ilmu Soft Tissue and Microsurgical Reconstruction
Penulis: Dinnaya Mahashofia
Editor: Yulia Rohmawati





