UNAIR NEWS – Upaya memperluas kolaborasi riset internasional mendorong terselenggaranya workshop pengenalan konsorsium Global Burden of Disease (GBD) yang menghadirkan Prof dr Muhammad Miftahussurur MKes SpPD-KGEH PhD FINASIM, selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development (RICD), Universitas Airlangga (UNAIR) sebagai pemateri. Kegiatan yang berlangsung di Hall Majapahit, Gedung ASEEC lantai lima, Kampus Dharmawangsa-B, pada Selasa (20/1/2026). Sekitar seratus dosen lintas fakultas mengikuti acara ini.
Workshop Kenalkan Mekanisme Kolaborasi GBD
Workshop ini mengedukasi dosen mengenai Global Burden of Disease (GBD) sebagai konsorsium riset internasional yang menghimpun jejaring peneliti lintas negara dan disiplin. Pemateri menjelaskan bahwa GBD berfokus pada kolaborasi data, penggunaan metodologi yang terstandar, serta publikasi ilmiah bersama dengan kerangka data yang telah mendapat penetapan secara baku.
Melalui pemaparan tersebut, peserta memeroleh gambaran mengenai karakter kolaborasi dalam GBD serta peluang keterlibatan dosen dalam jejaring riset global. GBD melibatkan berbagai institusi, mulai dari universitas, lembaga riset, kementerian kesehatan, hingga organisasi internasional sebagai kolaborator aktif.
“GBD merupakan jejaring peneliti lintas negara dan disiplin yang basisnya kolaborasi data, standardisasi metodologi, dan publikasi bersama,” jelas Prof dr Muhammad Miftahussurur.
Tutorial Bergabung sebagai Kolaborator GBD
Pada sesi lanjutan, peserta mengikuti tutorial teknis yang mengulas tata cara bergabung sebagai kolaborator Global Burden of Disease. Sesi tersebut memberikan pemahaman awal mengenai proses pendaftaran serta mekanisme keterlibatan dalam jejaring riset internasional.
Peserta mempelajari tahapan pendaftaran dengan mengakses laman resmi GBD, melakukan pengecekan status registrasi, serta melengkapi data diri. Proses ini mencakup pengisian informasi personal, institusi asal, kemampuan bahasa, serta unggah curriculum vitae sebagai bagian dari persyaratan awal.
Selain itu, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai ketentuan keanggotaan dalam GBD. Salah satunya adalah kewajiban mengikuti pelatihan selama satu bulan sebagai tahap awal sebelum dapat terlibat aktif. Akun yang tidak memenuhi ketentuan tersebut berpotensi akan nonaktif, sehingga kepemilikan akun tidak serta-merta menjadikan seseorang sebagai kolaborator aktif.
Melalui rangkaian kegiatan workshop ini, Universitas Airlangga berupaya membekali dosen dengan pemahaman menyeluruh mengenai mekanisme kolaborasi riset internasional. Harapannya, kegiatan ini dapat mendorong partisipasi aktif dosen dalam berbagai jejaring akademik global serta memperkuat peran UNAIR dalam kerja sama riset lintas institusi di tingkat internasional.
Penulis: Era Fazira
Editor: Ragil Kukuh Imanto





