UNAIR NEWS – Di tengah pesatnya penggunaan gawai di kalangan anak-anak, edukasi literasi digital menjadi bekal penting dalam pemanfaatan teknologi. Menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa yang tergabung dalam program Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 Universitas Airlangga (UNAIR) mengajarkan wawasan mengenai Literasi Digital Remaja. Kegiatan itu berlangsung pada Senin (19/1/2026) bertempat di SDN Bandungan 02. Pembelajaran itu diikuti oleh siswa kelas 1 hingga 3.
Program tersebut terselenggara untuk memberikan pemahaman dasar kepada siswa mengenai penggunaan internet yang aman dan bijak. Materi pengajaran meliputi pengenalan hoaks dan konten negatif, etika bermedia sosial, serta pentingnya menjaga data pribadi di ruang digital.
Cegah Penyalahgunaan Informasi
Salah satu tim BBK, Hasan Fadhlurrahman, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari hasil survei awal di Desa Bandungan. Berdasarkan pengamatan tim, minat literasi di sekolah dasar masih tergolong minim. “Kami melihat kondisi perpustakaan sekolah serta pojok baca di dalam kelas belum dimanfaatkan secara optimal. Dari situ kami berinisiatif untuk menggalakkan literasi, termasuk literasi digital ini,” ungkapnya.
Fokus pada literasi digital ia pilih karena anak-anak sekolah dasar kini sudah tidak asing dengan gawai dan internet. Akses internet di Desa Bandungan yang relatif stabil juga membuat anak-anak aktif menggunakan media sosial, meskipun sebagian besar belum memiliki ponsel pribadi. “Kami rasa kebutuhan akan edukasi literasi digital sangat penting untuk mencegah risiko penyalahgunaan data maupun informasi pribadi,” ucap Hasan.
Mahasiswa asal Sistem Informasi itu berharap anak-anak lebih siap dan tidak salah langkah dalam menggunakan gawai dan media sosial. Ia mencontohkan, tanpa edukasi yang memadai, informasi sensitif seperti alamat rumah atau data orang tua dapat tersebar dan berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Terus Galakkan Literasi
Meski sempat menghadapi tantangan terkait keterbatasan waktu serta tingginya antusiasme siswa, Hasan menyebut anak-anak cukup aktif dalam proses belajar. Materi yang ia bawakan berhasil tersampaikan dengan adanya permainan edukatif sehingga siswa tetap fokus dalam mengikuti kegiatan.
Selain mengikuti pemaparan materi, siswa juga terlibat dalam aktivitas kelompok dan sesi presentasi. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat menyampaikan kembali pemahaman mereka tentang penggunaan internet yang aman dan bijak. Kegiatan ini, sebut Hasan, sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang pendidikan berkualitas yang menekankan pembelajaran partisipatif, serta SDGs poin 9 tentang inovasi dan infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital secara positif sejak usia dini.
Lebih lanjut, Hasan menegaskan bahwa pendidikan literasi digital merupakan hal yang penting dan harus terus digalakkan. “Kita tidak bisa menutup mata bahwa anak-anak saat ini sudah terbiasa menggunakan HP. Harapannya, kita bisa saling menjaga generasi muda agar tidak terbawa arus dan tidak salah langkah dalam menggunakan media sosial dan teknologi digital,” tutupnya.
Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah
Editor: Ragil Kukuh Imanto





