UNAIR NEWS – Untuk memberikan informasi kepada para guru di SMA/sederajat Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Sosialisasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Acara tersebut pada berlangsung pada Sabtu,(24/1/2026) di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Kampus MERR-C.
Pada acara itu, hadir Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin; Wakil Rektor Bidang Akademik Kemahasiswaan dan Alumni Prof Mochammad Amin Alamsjah Ir MSi PhD; serta Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Dr Achmad Solihin SE MSi.
Prof Madyan menyebut bahwa kegiatan tersebut sangat penting bagi sekolah, baik untuk siswa maupun guru. Mengingat, seringkali dijumpai informasi simpang siur soal seleksi masuk perguruan tinggi.
“Dalam momen ini, seringkali siswa mendapatkan informasi simpang siur yang kadang menyesatkan. Karena itu, UNAIR mengadakan sosialisasi ini dengan harapan agar dapat memberikan informasi terkait SNPMB secara detail dan akurat. Selain itu juga menjadi ajang bagi kami memperkenalkan UNAIR secara luas,” ungkapnya.
Jalur Masuk Nasional
Prof Madyan menyampaikan saat ini terdapat dua jalur masuk perguruan tinggi berskala nasional, yaitu SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes). Selain itu, terdapat pula jalur mandiri oleh masing-masing kampus.

Tahun ini, katanya, UNAIR akan membuka kurang lebih 9.100 kursi untuk mahasiswa baru. “Perlu diperhatikan kuota kampus untuk masing masing jalur. UNAIR memiliki minimal 20% kuota SNBP, minimal 30% kuota SNBT, dan maksimal 50% kuota jalur mandiri. Untuk anak-anak berprestasi luar biasa, kami punya Golden Ticket. Untuk itu perlu strategi matang agar dapat memperoleh kursi mahasiswa baru di UNAIR,” ujarnya.
Selaras dengan rektor, Prof Amin juga menyebut bahwa UNAIR memiliki 188 program studi (prodi) yang mana 140 di iantaranya adalah prodi S1 dan D4. Dari banyaknya prodi tersebut, masing-masing memiliki keketatan yang berbeda sehingga pemilihan prodi juga perlu dipertimbangkan oleh siswa.
“Harapannya para guru yang hadir saat ini dapat mengenalkan prodi yang ada di UNAIR. Sehingga siswa bisa memiliki banyak opsi prodi dan jenjang karir yang mereka inginkan. Selain itu, siswa tidak perlu khawatir karena lulusan UNAIR juga memiliki masa tunggu kerja yang singkat, 90 persen di antaranya hanya tiga bulan saja,” ungkapnya.
Bantuan Finansial
Sementara itu, Ketua PPMB Achmad Solihin juga menyebut bahwa UNAIR sangat mendukung keberlangsungan pendidikan bagi setiap mahasiswanya. Hal itu ditunjukkan dengan komitmen UNAIR dalam menyediakan bantuan finansial berupa beasiswa yang beragam mulai dari KIP- K, beasiswa pemerintah nasional maupun daerah, hingga beasiswa swasta.
“Tidak perlu khawatir terkait finansial saat berkuliah di UNAIR. Kami membantu setiap mahasiswa agar dapat menyelesaikan studinya hingga sarjana. Dalam beberapa tahun terakhir UNAIR sudah tidak men DO (drop out) mahasiswanya dengan alasan finansial. Karena itu semoga UNAIR bisa menjadi pilihan utama bagi siswa dalam melanjutkan studinya,” tutupnya.
Penulis: Rifki Sunarsis Ari Adi
Editor: Yulia Rohmawati





