Universitas Airlangga Official Website

Empat Fakultas di UNAIR Ini Tawarkan Pembelajaran Kelas Dunia

Para dekan dan perwakilan pimpinan dari FTMM, FV, FK, dan FH saat memberikan pemaparan dalam info session AEE (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS – Di hari terakhir Airlangga Education Expo (AEE) 2026, empat fakultas kembali unjuk gigi. Di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus MERR-C, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM), Fakultas Vokasi (FV), Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Hukum (FH) saling memperkenalkan diri. Pengenalan tersebut sekaligus menjadi penutup info session AEE.

Dalam kesempatan itu turut hadir pimpinan dari keempat fakultas. Yaitu Prof Dr Retna Apsari MSi, Prof Dian Yulie Reindrawati SSos MM PhD, Prof Dr Eighty Mardiyan Kurniawati dr Sp OG Subsp Urogin-RE, dan Dr Maradona SH LLM.

Mengawali info session, Dekan FV Prof Dian memaparkan bahwa vokasi merupakan fakultas yang mengedepankan pembelajaran berdasarkan praktik. Lulusan FV mayoritas sudah mendapat kerja sebelum tiga bulan, bahkan sebelum wisuda. Selain cepat bekerja, lulusan FV memiliki kompetensi yang jelas dan gaji yang pantas.

“Vokasi memiliki tiga departemen dan 20 program studi. Dengan pilihan prodi yang beragam, kami memiliki banyak opsi karir yang variatif. Fasilitas akademik penunjang kami sangat lengkap seperti laboratorium, kerjasama dengan industri, hingga pembelajaran berbasis peningkatan keahlian,” ungkapnya, Minggu (25/1/2026).

Sesi dilanjutkan dengan pemaparan dari FH oleh Dr Maradona. FH UNAIR merupakan salah satu FH tertua di Indonesia. Tahun ini FH membuka 500 kuota mahasiswa reguler dan 40 mahasiswa IUP (International Undergraduate Student). Fakultas tersebut menawarkan pendidikan berkualitas, lulusan berkualitas, dan standar internasional.

“FH memiliki sejarah panjang serta ribuan alumni yang tersebar di seluruh Indonesia. FH juga memiliki program 3+1 yang mana mahasiswa bisa mendapat 2 gelar, S1 dan S2 dalam waktu 4 tahun. Selain itu program double degree FH UNAIR adalah satu satunya program double degree yang dibiayai LPDP,” jelasnya.

Selanjutnya ada FTMM yang diwakili oleh Prof Retna. FTMM merupakan fakultas termuda di UNAIR yang memiliki lima prodi. Sebagai fakultas yang fokus pada perkembangan teknologi, FTMM memiliki banyak riset dan inovasi, implementasi teknologi pada masyarakat, hingga kegiatan internasional seperti berbagai konferensi internasional.

“Kami punya satu-satunya prodi Rekayasa Nanoteknologi di Indonesia serta prodi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan pertama di Indonesia. FTMM unggul dalam berbagai riset yang didukung dengan program pembuatan projek di semester enam yang akan terintegrasi dengan proyek dosen sehingga riset yang dihasilkan relevan dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.

Info session ditutup oleh pemaparan oleh Prof Eighty dari FK. FK UNAIR telah berdiri sejak 1913 yang awalnya adalah NIAS (Netherlandsch Indische Artsen School). FK memiliki kerja sama dengan berbagai pihak internasional. Selain itu, FK UNAIR merupakan salah satu FK terbaik di Indonesia.

“Kami memiliki program double degree dengan dua gelar sarjana. Selain itu terdapat intercalated degree untuk memperoleh gelar S1 UNAIR dan S2 Manchester University. Dengan demikian lulusan dokter kami bisa menjadi lulusan yang berdaya saing global bukan hanya di tingkat nasional saja,” jelasnya.

Penulis: Rifki Sunarsis Ari Adi

Editor: Yulia Rohmawati