SURABAYA – Kelompok Kerja Kuliah Nyata (KKN) – Belajar Bersama Komunitas (BBK)
7 Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan program kerja sosialisasi dan
pemasangan ovitrap di RW 4 Kampung Mulyorejo Selatan, Kecamatan Mulyorejo,
Surabaya. Kegiatan ini dijalankan oleh Kelompok 5 sebagai bagian dari upaya
pencegahan dini Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih menjadi ancaman
kesehatan masyarakat rural-perkotaan.
Program ini sendiri dimulai dengan persiapan teknis dan koordinasi pada Kamis
(22/1). Program berlanjut di keesokan harinya dengan Jumat (23/1) dengan
berkolaborasi bersama Kader Surabaya Hebat (KSH) setempat. Kegiatan ini
dilaksanakan dengan menyasar titik-titik rawan perkembangbiakan nyamuk.
“Kami mengapresiasi partisipasi dan inovasi adik-adik mahasiswa. Selama ini
KSH memang telah rutin melakukan pemeriksaan jentik dari rumah ke rumah setiap
hari Jumat. Namun, dengan adanya ovitrap ini warga jadi lebih paham bahwa
pencegahan DBD bisa dilakukan dengan cara sederhana dan berkelanjutan,” ujar Bu
Suprihatin, Ketua KSH setempat.
Ovitrap sendiri merupakan alat perangkap sederhana berbentuk wadah
berwarna gelap yang berisi air serta substrat berupa kasa atau bahan tertentu untuk
meniru tempat bertelur nyamuk, khususnya Aedes aegypti. Secara fungsional, ovitrap
tidak hanya menjebak telur dan larva agar tidak berkembang menjadi nyamuk dewasa,
tetapi juga berperan sebagai alat deteksi dini kepadatan vektor DBD di suatu wilayah.
Dengan demikian, ovitrap menjadi instrumen pencegahan sekaligus pemantauan
berbasis lingkungan yang relatif murah dan mudah diaplikasikan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Kelompok 5 bersama KSH menempatkan
ovitrap di beberapa sudut rumah dan lingkungan yang dinilai lembap, teduh, serta
berpotensi menjadi lokasi bertelur nyamuk. Proses pemasangan disertai penjelasan
kepada warga mengenai cara kerja ovitrap, pentingnya pemantauan berkala, serta
keterkaitannya dengan siklus hidup nyamuk penyebab DBD. Pendekatan ini dipilih agar
warga tidak hanya menjadi objek program, tetapi juga subjek yang aktif dalam upaya
pencegahan.
Kegiatan tersebut secara khusus menyasar target 3.3 dari SDG 3, yaitu
mengendalikan penyakit menular seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). Dengan
mencegah perkembangan nyamuk vektor melalui alat yang sederhana dan
berkelanjutan, program ini merupakan upaya konkret untuk menurunkan angka
kesakitan dan kematian akibat penyakit tropis yang dapat dicegah. Selain itu,
pendekatannya yang melibatkan edukasi dan pemberdayaan warga sejalan dengan
prinsip dasar SDG 3, yaitu meningkatkan kapasitas komunitas untuk menjaga
kesehatan mereka sendiri secara mandiri dan berkelanjutan.
SDG3 #GoodHealthAndWellBeing #SDGsUNAIR #BBKUNAIR #MulyorejoV
Penulis: Banyu Bening Winasis (Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan
Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik)





