Universitas Airlangga Official Website

Maria Devitha, drg. Tunjukkan Prestasi Gemilang dalam Ujian Kompetensi Nasional Ortodonti

Potret Maria Devitha, drg., Residen Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. (Foto: Dok. Pribadi)
Potret Maria Devitha, drg., Residen Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Prestasi membanggakan diraih oleh Maria Devitha, drg., Residen Ortodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (FKG UNAIR), yang berhasil meraih Juara Umum Terbaik ke-2 serta Juara OSCE Terbaik ke-3 dalam Ujian Kompetensi Nasional. Capaian ini menjadi bukti dedikasi dan komitmen tinggi dalam menempuh pendidikan spesialis di bidang ortodonti.

Pencapaian tersebut tidak hanya mencerminkan kemampuan akademik dan klinis, tetapi juga ketangguhan mental dalam menghadapi proses pendidikan yang menuntut konsistensi dan fokus tinggi.

Ketertarikan pada Ortodonti Sejak Awal Pendidikan

Ketertarikan Maria Devitha, drg. terhadap bidang ortodonti bermula dari kekagumannya melihat hasil perawatan yang mampu memberikan perubahan signifikan pada susunan gigi, fungsi pengunyahan, hingga kepercayaan diri pasien. Ia memandang bahwa perubahan kecil pada posisi gigi dapat memberikan dampak besar bagi kualitas hidup seseorang.

Maria Devitha, drg. saat menjalani rangkaian Ujian Kompetensi Nasional Ortodonti. (Foto: Dok. Pribadi)

“Ortodonti bukan hanya tentang merapikan gigi, tetapi juga memahami pertumbuhan dan perkembangan kraniofasial secara menyeluruh,” ujarnya. Ia menilai bidang ini menuntut pemahaman biomekanika, analisis yang detail, serta perencanaan jangka panjang, sehingga proses yang panjang justru memberikan makna dan tantangan tersendiri.

Perjuangan Residen Ortodonti di Tengah Peran Keluarga

Di balik prestasi yang diraih, Maria Devitha, drg. harus membagi peran sebagai residen, istri, dan ibu dari dua anak yang masih balita. Kondisi tersebut menuntutnya untuk mampu menentukan prioritas secara tegas, termasuk mengatur waktu belajar di tengah kesibukan akademik dan tanggung jawab keluarga.

“Ada kalanya saya harus meninggalkan anak-anak untuk fokus belajar, sambil melawan rasa bersalah sebagai seorang ibu,” ungkapnya. Ia menyusun jadwal belajar secara disiplin, mengomunikasikannya kepada keluarga dan pengasuh anak, serta berusaha konsisten agar persiapan ujian dapat berjalan optimal.

Kunci Persiapan Ujian dan Makna Pencapaian

Persiapan menghadapi OSCE menjadi salah satu tantangan terbesar. Maria Devitha, drg. memperkuat pemahaman teori sambil membayangkan alur pemeriksaan secara runtut dan memverbalkannya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketenangan saat ujian berlangsung.

“Setegang apa pun situasi ujian, tarik napas dalam dan tetap tenang agar bisa berpikir jernih,” tuturnya. Menurutnya, tantangan terbesar selama ujian justru datang dari diri sendiri, yakni mengelola kecemasan dan menjaga stamina fisik serta mental. Dukungan suami, orang tua, dan lingkungan terdekat menjadi faktor penting yang membantunya melewati proses tersebut.

Sebagai penutup, Maria Devitha, drg. membagikan pesan bagi mahasiswa FKG UNAIR yang akan menghadapi Ujian Kompetensi Nasional. “Atur strategi belajar sejak awal, temukan cara belajar yang paling sesuai, jaga kesehatan, dan setelah berusaha maksimal, percayakan hasilnya kepada Tuhan,” pesannya.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla

Editor: Ragil Kukuh Imanto